News

Ahli: Israel Hampir Capai Herd Immunity terhadap COVID-19

Ahli: Israel Hampir Capai Herd Immunity terhadap COVID-19


Ahli: Israel Hampir Capai Herd Immunity terhadap COVID-19
Beberapa warga Israel terlihat memakai masker selama melintasi jalanan di Tel Aviv, pada 7 April 2021 (Miriam Alster/FLASH90)

AKURAT.CO, Israel disebut-sebut hampir mencapai herd immunity atau kekebalan kawanan terhadap COVID-19. Seperti diwartakan BBC hingga Times of Israel, hal itu diungkap setidaknya oleh dua ahli Israel yakni Prof. Eran Segal dan Prof. Eyal Leshem. Baik Segal maupun Leshem kompak menyoroti penurunan infeksi di Israel yang dipicu oleh program vaksinasi.

Diketahui, Israel telah memberikan vaksin secara penuh ke lebih dari 4,9 juta orang. Eksesnya, sejak Januari lalu, jumlah kasus harian terus anjlok. Penurunan infeksi ini bahkan disebut-sebut mencapai hingga 97 persen dan meliputi semua usia, termasuk mereka yang belum divaksin.

Karena itulah, keduanya juga merekomendasikan untuk dimulainya keringan pada aturan pembatasan COVID-19 di masyarakat.

"Mungkin saja Israel telah mencapai semacam kekebalan kawanan dan terlepas dari itu, kita telah memiliki jaring pengaman yang luas. Saya pikir ini memungkinkan untuk menghapus beberapa pembatasan," kata Segal.

"Ada penurunan terus menerus meski sudah mendekati normal. Ini memberitahu kita bahwa meskipun seseorang terinfeksi, kebanyakan orang yang mereka temui berjalan-jalan tidak akan terinfeksi oleh mereka," tambah Leshem yang seorang direktur di rumah sakit terbesar Israel, Pusat Medis Sheba.

Mencapai tingkat kekebalan populasi memang dinilai penting untuk melindungi orang-orang yang tidak divaksin atau yang sistem kekebalannya terlalu lemah. Jika temuan kedua ahli tadi dikonfirmasi, Israel pun bisa menjadi negara pertama di dunia yang mencapai tonggak sejarah kekebalan kawanan terhadap COVID-19.

Kendati demikian, pengumuman kekebalan kawanan yang terlalu dini ini juga menjadi subjek perdebatan para ahli. Mengingat, sebelum ahli Israel, kekebalan kawanan juga sempat diutarakan oleh para peneliti dari University College London (UCL).

Minggu lalu, sama seperti Segal dan Leshem, para peneliti UCL memprediksi bahwa Inggris akan mencapai kekebalan kawanan selambat-lambatnya pada 12 April.

Salah satu ahli yang ikut menolak pendapat yang terlalu dini tentang kekebalan kawanan itu adalah Dr. Sarah Pitt. Ahli virus dari Universitas Brighton inipun mendesak ahli lain agar berhati-hati dalam menyimpulkan.

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu