Olahraga

Aguero Gagal Panenka, Kurang Insting atau terlalu Ambisius?

Kegagalan Sergio Aguero mencetak gol melalui penalti ala Panenka saat melawan Chelsea masih menjadi pembicaraan hingga awal pekan ini.


Aguero Gagal Panenka, Kurang Insting atau terlalu Ambisius?
Penyerang Manchester City, Sergio Aguero, saat melakukan penalti ala Panenka menghadapi Chelsea di Manchester, Inggris, akhir pekan lalu.

AKURAT.CO, Kegagalan Sergio Aguero mencetak gol melalui penalti ala Panenka masih menjadi pembicaraan hingga awal pekan ini. Pertanyaan yang muncul adalah mengapa Aguero berani mengambil risiko besar dengan memilih Panenka untuk taruhan terbesar di mana penalti melawan Chelsea itu setara dengan gelar liga untuk Manchester City?

Kolumnis The Guardian, Sean Ingle, melakukan analisa tentang seni dan sains tendangan penalti di mana Panenka adalah salah satunya. Dan Ingle memulai dari mengapa gelandang Cekoslovakia, Antonin Panenka, melakukan teknik tersebut ketika adu penalti di final Piala Eropa 1976 melawan Jerman Barat.

“Saya melihat diri saya sebagai seorang penghibur dan saya melihat penalti ini sebagai cerminan kepribadian saya. Saya ingin memberikan penggemar sesuatu yang baru untuk dilihat, untuk menciptakan sesuatu yang membuat mereka membicarakannya,” kata Panenka soal mengapa ia melakukan teknik yang legendaris tersebut.

Perbedaan besar sepakan Panenka di Piala Eropa 1976 dengan yang dilakukan Aguero akhir pekan lalu di Manchester adalah awalan. Panenka mengawalinya dengan berlari kencang sambil melihat ke mana kiper Jerman Barat ketika itu, Sepp Maier, bergerak.

“Saya berlari kencang karena menyulitkan kiper membaca bahasa tubuh Anda. Bahkan ketika saya berjarak satu yard (sekitar satu meter) dari bola, Maier sudah bergerak ke kiri. Jika saya tidak melakukan chip, saya bakal mengarahkan ke arah yang berlawanan (dari gerak Maier),” kata Panenka.

Dalam kasus Aguero, penyerang asal Argentina tersebut tidak mengambil ancang-ancang seperti Panenka. Justru kiper Chelsea, Edouard Mendy, yang punya kesempatan untuk membaca langkah Aguero yang tak terlalu kencang seakan-akan hendak memberi isyarat bahwa ia akan melakukan chip ke arah tengah.

Satu hal yang pasti adalah karena bagaimanapun, seperti yang dikatakan oleh Antonin Panenka, sepakan Panenka melambangkan sesuatu yang menghibur. Penalti Panenka adalah penalti yang tidak lazim dan cenderung mengandalkan insting ketimbang tenaga.

Aguero punya pertimbangan bahwa mencetak gol Panenka di pertandingan di mana City akan berpesta di stadion sendiri karena mengalahkan Chelsea akan membuat aksinya dibicarakan dan diingat oleh publik sepakbola. Alasan ini adalah alasan yang sepadan untuk pemain dengan standar kebintangan seperti Aguero.

Tetapi, barangkali persiapan dan insting Aguero tak sekuat Antonin Panenka di Piala Eropa 1976 dan juga mungkin tak seperti Andrea Pirlo ketika melakukan Panenka dalam adu penalti menghadapi Inggris di Piala Eropa 2012.

“Dengar, dia (Aguero) dianggap egois karena dia gagal. Jika dia mencetak gol kita bilang dia jenius,” kata Pelatih City, Pep Guardiola, menanggapi anggapan bahwa Aguero bersikap egois dengan melakukan Panenka.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co