News

Agar Vaksinasi Anak Tercapai, Kemenkes Diminta Aktif Edukasi Orang Tua

Rendahnya animo vaksin anak disinyalir disebabkan kurangnya informasi sehingga orang tua ragu anaknya divaksin.


Agar Vaksinasi Anak Tercapai, Kemenkes Diminta Aktif Edukasi Orang Tua
Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk bergerak cepat menggandeng para orang tua dalam memberikan edukasi vaksinasi terhadap anak.

Data Kemenkes mencatat baru 548 ribu anak usia 12--19 tahun di Indonesia yang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dari 11,9 juta yang ditargetkan.

Menurut Cak Imin, rendahnya animo vaksin anak disebabkan kurangnya informasi sehingga banyak orang tua ragu melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap anak.

"Vaksinasi terhadap anak-anak menyaratkan adanya izin dari orang tua. Makanya sikap orang tua terhadap program vaksin menjadi krusial. Nah, Kemenkes harus gerak cepat memberikan edukasi itu karena vaksinasi anak butuh pengertian dari orang tua," kata Cak Imin dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Sabtu (31/7/2021).

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menekankan bahwa peran orang tua sangat krusial dalam menyukseskan program vaksinasi terhadap anak. "Orang tua punya andil besar terhadap kesuksesan program vaksinasi terhadap anak-anak," ujarnya.

Selain itu, Muhaimin juga meminta Kemenkes untuk melakukan pemetaan yang konkret dan rinci di masing-masing provinsi terkait kebutuhan vaksin bagi anak. Menurutnya pemetaan ini cukup penting untuk mencegah ketimpangan penerimaan vaksin, karena anak-anak juga merupakan kelompok rentan terinfeksi virus Covid-19 yang telah bermutasi.

"Mapping-nya kudu jelas dan rinci, biar nggak ada ketimpangan penerimaan vaksin. Bukan cuma tingkat provinsi ya, syukur-syukur bisa pendataan sampai kabupaten/kota dan desa," tuturnya.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan sebanyak 32,6 juta anak usia 12--17 tahun penerima program vaksinasi Covid-19 anak.

Pelaksanaan vaksinasi anak tersebut dilaksanakan setelah keluarnya izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) oleh BPOM dan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Adapun vaksin yang diberikan dalam program vaksinasi anak ini berjenis Sinovac produksi PT Biofarma. Pada kelompok anak ini akan diberikan dosis vaksin 0,5 ml sebanyak dua kali. Pemberian dua dosis vaksin tersebut dengan interval minimal 28 hari.[]