News

Agar Tidak Semenakutkan Kondisi di India, Ini Langkah DKI Tangani Covid-19

Ariza menyebut pihaknya berusaha maksimal menangani penularan Covid-19 di Ibu Kota agar penularan wabah tidak seseram yang terjadi di India.


Agar Tidak Semenakutkan Kondisi di India, Ini Langkah DKI Tangani Covid-19
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengaku pihaknya akan terus berusaha maksimal menangani penularan Covid-19 di Ibu Kota agar penularan wabah tidak semenakutkan yang terjadi di India sekarang ini.

Upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini diantaranya adalah mengebut proses vaksinasi hingga menambah fasilitas kesehatan serta Sumber Daya Manusia. Di sisi lain masyarakat juga terus diedukasi tentang pentingnya menjaga protokol kesehatan.

“Tentu kita semua, tidak hanya Jakarta,Indonesia, pak Presiden, menteri, gubernur, kepala daerah bekerja keras agar Indonesia tidak mengalami masalah-masalah yang terjadi di banyak negara, di eropa, termasuk di India,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2021).

Ledakan kasus Covid-19 di India sekarang ini memang nyaris tak terbendung, banyaknya pasien membuat fasilitas kesehatan di negara itu mengalami krisis parah, tenaga medis kewalahan membendung laju penularan wabah ini, bahkan sejumlah pasien dikabarkan meninggal dunia ketika sedang mengantri masuk masuk ruang ICU.

Supaya peristiwa mengerikan ini tidak terjadi di Indonesia, khususnya di Jakarta, Ariza bilang perlu kolaborasi di setiap lini. Koordinasi lintas instansi pemerintahan terus digencarkan, keterlibatan masyarakat dan peran aktif warga juga sangat dibutuhkan. Itinya kata Ariza, Covid-19 tidak boleh dianggap enteng

“Butuh kerja sama, jangan dianggap enteng, jangan diremehkan, covid masih ada seperti  yang disampaikan presiden, mari hadapi secara baik, bijak, dengan cara menerapkan prokes dengan baik,” tuturnya.

DKI Jakarta sendiri telah mengalami lonjakan kasus corona dalam beberapa periode terakhir, lonjakan kasus itu juga sempat membuat fasilitas kesehatan di Jakarta nyaris penuh, sementara tingginya angka kematian membuat sejumlah Tempat Pemakaman Umum (TPU) penuh dan tidak bisa menampung lagi pemakaman jenazah pasien penyakit menular ini.

Meski demikian, segala kerja keras pemerintah setempat membuahkan hasil, DKI Jakarta perlahan keluar dari situasi mengerikan itu, saat ini bahkan kasusus harian tidak lebih dari 1000 orang, setelah sebelumnya sempat memuncak hingga 4000 orang per hari. Melandasinya kasus corona di Jakarta beberapa bulan terakhir membuat fasilitas kesehatan di Jakarta banyak yang lowong.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu