News

Agar Tak Kolaps, Pemerintah Diminta Lunasi Tunggakan Rumah Sakit

Sebagai ujung tombak penanganan Covid-19, operasionalisasi rumah sakit harus diperkuat agar tak kolaps


Agar Tak Kolaps, Pemerintah Diminta Lunasi Tunggakan Rumah Sakit
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera dalam Rakornas PKS di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (14/11/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengingatkan pemerintah yang masih memiliki tunggakan kepada pihak rumah sakit sebesar Rp 22,0 triliun terkait perawatan pasien Covid-19. 

Mardani mengatakan seharusnya pemerintah memprioritaskan pelunasan tunggakan klaim rumah sakit karena kondisi saat ini akan mengganggu keuangan rumah sakit.

“Pelunasan tunggakan klaim RS mesti menjadi prioritas pemerintah. Saat ini kondisi keuangan RS amat rendah, bahkan mengganggu cashflow RS,” kata Mardani di akun Twiter-nya @MardaniAliSera dikutip AKURAT.CO, Minggu (25/7/2021).

Dia menegaskan, di masa pandemi Covid-19 pemerintah harus memperkuat keberadaan rumah sakit untuk penanganan pasien agar tidak kolaps. “Sebagai ujung tombak penanganan Covid-19, operasionalisasi RS harus diperkuat agar tidak kolaps,” katanya.

Komentar Mardani mendapat tanggapan dari sejumlah netizen. Mereka juga turut meluapkan pemikirannya terkait tunggakan tersebut.

"Mestinya begitu bapak bukan beli semen ama besi untuk pembangunan infrastruktur tidak tepat guna walaupun anggaran untuk bangun bla10x alihkan saja untuk yang darurat selain covid jalan berlubang di tempat kami banyak sekali, bahaya sekali untuk pengendara bermotor," kata @goes1982.

"Idealnya dalam kondisi kayak begini pemerintah masukin deposit ke tiap-tiap RS Covid bukan malah tagihan ... Malu. Itu terlihat atau mencerminkan niat pemerintah dalam menangani Pandemi ini," ujar @EchaSamsiah.

Mengutip laporan CNN Indonesia, Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Rita Rogayah mengungkapkan bahwa pemerintah masih memiliki tunggakan klaim kepada rumah sakit (RS) mencapai Rp 22,08 triliun untuk perawatan pasien Covid-19.

"Yang kami sebut tunggakan adalah yang layanan sudah lewat dan ditagihkan tahun berikutnya, dari ini kami dapatkan angka BAHV BPJS Kesehatan totalnya Rp 12,01 triliun dan BAHV dispute Rp 10,07 triliun," ungkapnya, Rabu (21/7/2021).[]