News

Agar Tak Dialihkan, Aset Tersangka Asabri Dipasangi Plang Sita

Kejagung memasang tanda penyitaan terhadap sejumlah aset dalam kasus dugaan korupsi PT ASABRI


Agar Tak Dialihkan, Aset Tersangka Asabri Dipasangi Plang Sita
Pemasangan tanda penyitaan (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung memasang tanda penyitaan barang bukti dalam perkara korupsi Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer menyampaikan bahwa pemasangan tanda penyitaan barang bukti dilakukan pada aset milik Tersangka atau yang terkait dengan Tersangka BTS (Benny Tjokrosaputro) berupa 132 bidang tanah dengan luas seluruhnya 220.000 M2 atas nama PT. Batu Kuda (RIMO) yang terletak di Kelurahan Banjar Agung Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang Provinsi Banten.

Selanjutnya, pemasangan tanda penyitaan barang bukti dilanjutkan terhadap barang bukti yang merupakan aset milik tersangka LP, berupa 6 (enam) bidang tanah Sertifikat Hak Guna Bangunan dengan luas seluruhnya 26.000 M2 atas nama PT. Prima Jaringan yang terletak di Bambu Apus Cipayung Kota Jakarta Timur.

"Pemasangan tanda penyitaan pada dua aset milik Tersangka BTS dan Tersangka LP dilakukan guna memastikan status barang bukti agar tidak dialihkan kepada pihak lain," kata Leo.

Dalam kasus Asabri, tim penyidik Kejagung telah menetapkan sembilan tersangka. Mereka adalah, mantan Direktur Utama PT Asabri, Mayor Jenderal (Pur) Adam R. Damiri, Letnan Jenderal (Pur) Sonny Widjaja, Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro atau Benny Tjokro, mantan Kepala Divisi Investasi Asabri (2012-2017), Ilham W. Siregar, Direktur Utama PT Prima Jaringan, Lukman Purnomosidi, mantan Kepala Divisi Keuangan dan Investasi (2012 – 2015), Bachtiar Effendi, mantan Direktur Investasi dan Keuangan (2013-2019), Hari Setiono serta Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation, Jimmy Sutopo. []

Rizal Maulana

https://akurat.co