Ekonomi

Agar Stok Cukup, Produsen Minyak Goreng Ingin Masyarakat Jangan Panic Buying!

Wilmar menyatakan agar masyarakat tidak melakukan panic buying (membeli secara berlebihan) agar stok minyak goreng Rp14 ribu cukup


Agar Stok Cukup, Produsen Minyak Goreng Ingin Masyarakat Jangan Panic Buying!
Pembeli memilih minyak goreng kemasan di salah satu pasar di Jakarta, Jumat (7/1/2022). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Wilmar menyatakan agar masyarakat tidak melakukan panic buying (membeli secara berlebihan) agar stok minyak goreng Rp14 ribu cukup. Terutama karena pemerintah telah menjamin ketersediaannya di pasaran untuk mencukupi kebutuhan masyarakat.

Adapun perusahaan akan bekerjasama dengan seluruh distributor di Indonesia guna memastikan produknya dapat menjangkau secara merata.

" Kedepan bersama pemerintah, kami siap mengevaluasi program ini agar lebih cepat dan baik ke seluruh Indonesia," tutur Executive Director PT Sari Agro Utama Persada, Wilmar Group Thomas Muksim.

Thomas mengklaim sejauh ini perusahaan telah menggelontorkan minyak goreng kemasan seharga Rp14 ribu sebagai dukungan terhadap kebijakan pemerintah dalam program satu harga yang dimulai sejak 19 Januari 2022. Langkah ini diharapkan dapat membantu masyarakat agar lebih mudah memperoleh minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai salah satu produsen minyak goreng di Indonesia, pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah, terutama yang menyangkut kebutuhan masyarakat.

"Wilmar selalu siap dan bangga ikut serta bersama pemerintah dalam pengadaan dan pendistribusian minyak goreng murah bagi seluruh masyarakat Indonesia," ujarnya.

Seluruh merek minyak goreng produksi Wilmar saat ini telah seluruhnya dipasarkan seharga Rp14 ribu, yaitu Sania, Siip, Sovia, Mahkota, Ol'eis, Bukit Zaitun, Goldie, Fortune, dan Camilla.

Sebelumnya, Wilmar telah berkontribusi dalam program minyak kemasan sederhana yang dilaksanakan sejak November 2021. Hingga akhir tahun, perusahaan agribisnis tersebut telah menyalurkan minyak goreng 1,1 juta kilo liter ke seluruh Indonesia.

Jumlah tersebut telah melebihi target pemerintah sebanyak satu juta liter. Langkah itu merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap program stabilisasi harga minyak goreng.[]