News

Afrika Selatan Peringatkan Penemuan Varian 'Terburuk' Corona, B.1.1.529

Afrika Selatan Peringatkan Penemuan Varian 'Terburuk' Corona, B.1.1.529


Afrika Selatan Peringatkan Penemuan Varian 'Terburuk' Corona, B.1.1.529
Dinamai sebagai B.1.1.529, varian baru yang ditemukan di Afrika Selatan ini memiliki 32 mutasi protein lonjakan (Sky News)

AKURAT.CO, Menteri Kesehatan Afrika Selatan pada Kamis (25/11) mengumumkan penemuan varian virus corona baru yang tampaknya menyebar dengan cepat di beberapa bagian negara itu. Varian baru itu disebut B.1.1.529, dan digambarkan  mempunyai 'profil mutasi lonjakan yang mengerikan'.  

Seperti diwartakan BBC, jenis virus ini memiliki daftar mutasi yang begitu panjang sehingga digambarkan oleh satu ilmuwan sebagai 'varian mengerikan'. Sementara yang lain mengungkap bahwa B.1.1.529 adalah varian terburuk yang pernah mereka lihat.

Sejauh ini, B.1.1.529  terdeteksi di Afrika Selatan, Botswana dan pada seorang pelancong dari Afrika Selatan yang tiba di Hong Kong.

"Awalnya ini terlihat seperti wabah cluster, tetapi sejak kemarin, indikasi datang dari ilmuwan dari Jaringan Pengawasan Genomik bahwa mereka sedang mengamati varian baru," ungkap Menteri Kesehatan Joe Phaahla, dikutip dari CNN. 

Apa yang sejauh ini diketahui tentang B.1.1.529?

Pada Jumat (26/11) waktu setempat, para pejabat Afrika Selatan dilaporkan akan memberi pengarahan kepada WHO, yang telah mengklasifikasikan B.1.1.529 sebagai 'varian dalam pemantauan'.

Oleh WHO, varian itu kemungkinan akan diberi nama dengan kode Yunani, seperti varian Alpha dan Delta.

Sementara menunggu WHO memberi label, Phaahla menekankan bahwa saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti di mana varian B.1.1.529 pertama kali muncul. 

Kasus-kasus yang dikonfirmasi, sementara itu, sebagian besar masih terkonsentrasi di satu provinsi di Afrika Selatan. Laporan menunjukkan setidaknya ada 77 kasus yang sepenuhnya dikonfirmasi di provinsi Gauteng di Afrika Selatan. Sedangkan, empat kasus lain ditemukan di Botswana dan satu di Hong Kong. Kendati demikian, ada petunjuk bahwa varian mungkin telah menyebar lebih jauh.

Selama jumpa pers, ilmuwan genomik mengatakan varian tersebut memiliki jumlah mutasi yang luar biasa tinggi dengan setidaknya 32 protein lonjakan. Sementara diketahui, protein lonjakan adalah kunci yang digunakan virus untuk membuka pintu masuk ke sel-sel tubuh manusia.

Afrika Selatan Peringatkan Penemuan Varian Terburuk Corona, B.1.1.529 - Foto 2
 Para ilmuwan sedang bekerja di laboratorium di Afrika Selatan, di mana varian Covid-19 baru yang mengkhawatirkan telah muncul-AP Photo/Jerome Delay

Profesor Tulio de Oliveira, direktur Center for Epidemic Response and Innovation, mengonfirmasi bahwa B.1.1.52 'memiliki lebih banyak mutasi daripada yang diperkirakan'. De Oliveira juga mengungkap bahwa varian itu sangat berbeda dari varian lain yang sebelumnya beredar, dan ia telah menyebar dengan sangat cepat.

"Varian itu sangat bermutasi. Sangat berbeda dengan varian lain yang telah beredar. Varian ini memang mengejutkan kami, ia memiliki lompatan besar pada evolusi (dan) kami memprediksi akan ada lebih banyak mutasi. Varian ini menyebar sangat cepat dan kami memperkirakan akan ada tekanan dalam sistem kesehatan di masa depan, beberapa hari dan minggu mendatang," kata De Oliveira, sambil menyarankan masyarakat untuk mencoba menghindari peristiwa penyebaran super.

Para pejabat juga menyatakan keprihatinan bahwa mutasi ini dapat mengakibatkan penghindaran kekebalan dan peningkatan penularan virus. Kendati demikian, mereka mengaku masih terlalu dini untuk mengatakan apa dampak B.1.1.52 pada kemanjuran vaksin. 

Para pejabat menyebut perlunya lebih banyak penelitian untuk memahami tingkat keparahan klinis dari B.1.1.52 dibandingkan dengan varian-varian sebelumnya.

De Oliveira, sementara itu, menegaskan bahwa saat ini, alat terbaik untuk mengatasi varian ini adalah vaksin.

"Signifikansi penuh dari varian ini masih belum pasti dan alat terbaik yang kita miliki adalah vaksin," katanya menambahkan bahwa studi laboratorium masih perlu dilakukan untuk menguji vaksin dan pelepasan antibodi.

Mutasi B.1.1.52 lebih banyak dari varian Delta

B.1.1.52 memiliki 10 mutasi dibandingkan dengan hanya dua untuk varian Delta yang melanda dunia.

Tingkat mutasi ini kemungkinan besar berasal dari satu pasien yang tidak mampu mengalahkan virus Covid-19.

Yang menjadi perhatian kemudian adalah bahwa virus ini sekarang sangat berbeda dengan aslinya yang muncul di Wuhan, China. Itu berarti vaksin, yang dirancang menggunakan galur asli, mungkin tidak seefektif itu.

Profesor Christina Pagel, direktur Unit Riset Operasional Klinis di University College London, mengatakan bahwa B.1.1.529 mungkin memiliki keunggulan signifikan dibandingkan Delta maupun C.1.2. Varian C.1.2. adalah varian lain yang juga terkait dengan transmisibilitas tinggi.

"Kami tahu bahwa B.1.529 memiliki lebih banyak mutasi daripada varian lain dan memiliki mutasi yang terlihat pada varian lain yang terkait dengan transmisibilitas yang lebih tinggi dan pelepasan kekebalan. Jumlah dan jenis mutasilah yang mengkhawatirkan para ahli virologi dan imunologi," ungkap Pagel dalam laman Twitternya. 

Sementara itu, Dr Michelle Groome dari Institut Nasional untuk Penyakit Menular di Afrika Selatan (NICD) mengungkap pendapat yang senada dengan De Oliveira. Groome tetap menekankan pentingnya vaksin dan protokol kesehatan untuk menghadapi munculnya B.1.1.529.

"Dalam menghadapi varian baru ini, masyarakat harus divaksinasi, memakai masker, mempraktikkan kebersihan tangan yang sehat, menjaga jarak sosial, dan berkumpul di ruang yang berventilasi baik. Ini untuk membatasi penyebarannya," ujarnya.

Seperti sebagian besar kawasan Benua Afrika, Afrika Selatan dipukul tiga gelombang Covid-19 sejak awal pandemi. Sementara jumlah infeksi baru di seluruh negeri sekarang masih relatif rendah. Pejabat kesehatan masyarakat telah memperkirakan gelombang keempat karena penyerapan vaksin yang lambat. []