Ekonomi

Afifuddin Kalla Janji Bawa 2 Perusahaan Go Public, Dirut BEI: Itu Terlalu Sedikit


 Afifuddin Kalla Janji Bawa 2 Perusahaan Go Public, Dirut BEI: Itu Terlalu Sedikit
Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla di Jakarta, Kamis (2/1) mengungkapkan, dari sekitar 3.000 anggota Hipmi telah mulai berdiskusi dengan pihak BEI terkait go public. Seiring dengan langkah awal Hipmi untuk memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar mampu menembus pasar modal di Indonesia. (AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum)

AKURAT.CO, Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mendorong perusahaan go public untuk mencatatkan perusahaanya di papan bursa. Termasuk perusahaan-perusahaan milik pengusaha muda yang sebenarnya telah memiliki prospek yang bagus dalam bisnisnya.

Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengungkapkan, dari sekitar 3.000 anggota Hipmi telah mulai berdiskusi dengan pihak BEI terkait go public. Seiring dengan langkah awal Hipmi untuk memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar mampu menembus pasar modal di Indonesia.

"Setelah itu kita akan lakukan workshop yang kita akan pilih 5-10 perusahaan atau 15 perusahaan dibawah hipmi jaya, untuk bisa bertemu langsung dengan underwriter dan juga pendukungnya," ujar Afifuddin Kalla di Gedung BEI Jakarta, Kamis (1/2).

baca juga:

Bahkan keponakan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ini berjanji akan membawa setidaknya 1 hingga 2 perusahaan dari pengusaha yang bernaung dibawah Hipmi Jaya agar dapat melantai di bursa.

"Saya berharap membantu temen-temen yang punya propsek bisnisnya bagus dalam 5 tahun ke depan lebih baik lagi. Mudah-mudahan ke depan mendapatkan dukungan bisa memenuhi syarat untuk listed di bei," serunya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, jika pihak Hipmi hanya menargetkan minimal 2 perusahaan itu terlalu sedikit. Sehingga pihaknya pun menginginkan agar Hipmi dapat membawa perusahaan go public lebih dari 2 perusahaan.

"Buat saya Hipmi kalau di Jakarta ribuan anggota cuma 2 itu terlalu sedikit. Hipmi se-Indonesia. Enggak ada target tapi harusnya banyak, 53 persen investor itu dibawah 40 tahun. Masa 53 persen emiten enggak bisa di bawah 40tahun? ," tegasnya. []