Ekonomi

Afif Kalla Curhat Pengusaha Muda Masih Minder Bawa Perusahaan Go Public


 Afif Kalla Curhat Pengusaha Muda Masih Minder Bawa Perusahaan Go Public
Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla di Jakarta, Kamis (2/1) mengungkapkan, dari sekitar 3.000 anggota Hipmi telah mulai berdiskusi dengan pihak BEI terkait go public. Seiring dengan langkah awal Hipmi untuk memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar mampu menembus pasar modal di Indonesia. (AKURAT.CO/Prabawati Sriningrum)

AKURAT.CO, Meski nilai kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia telah melampaui perbankan. Namun pasalnya pencapaian tersebut masih belum cukup mengejar ketertinggalan bursa Indonesia dari negara-negara lainnya.

Dengan demikian, tak heran jika pihak BEI semakin mendorong perusahaan yang belum go public untuk melantai di bursa. Termasuk perusahaan milik para pengusaha muda.

Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Afifuddin Suhaeli Kalla mengakui, jika sebenarnya banyak pengusaha muda yang ingin mendaftarkan namanya di papan perdagangan bursa. Akan tetapi, langkah itu masih terus terkendala mental pengusaha yang merasa belum berani untuk mencatatkan perusahaannya di bursa.

baca juga:

"Sebenernya banyak potensinya di Hipmi jaya ini yang skala perusahaan ini udah bagus dan prospek ke depan udah bagus tapi butuh keberanian. Balik lagi ke mental kalau mental belum berani dan belum percaya sama bursa itu susah. Jadi harus ada kepercayaan," kata Afif di Gedung BEI Jakarta, Kamis (1/2).

Afif mengakui, kebanyakan para pengusaha masih beranggapan bila masuk ke bursa harus ada persyaratan yang rumit untuk dipenuhi. Hingga kekhawatiran terhadap saham perusahaanya yang ditakutkan tidak menarik bagi investor.

"Mudah-mudahan dengan adanya acara ini nanti juga ada rencana lanjut dan temen-temen lebih terbuka bahwa sebenarnya masuk ke bursa bukan hal yang menakutkan, tapi bantu mereka mengembangkan bisnisnya," tegasnya.

Menurutnya, terdapat satu hingga dua perusahaan dari Hipmi yang dirasa telah layak untuk masuk ke bursa. Kebanyakan perusahaan tersebut bergerak dalam sektor ekonomi kreatif di startup maupun renewable di inovation.

"Seperti ada perusahaan sebenarnya bisnisnya rumput laut tapi diubah menjadi plastik. Jadi nanti akan ada plastik yang bisa renewable, jadi plastik kan biasanya tidak hancur dan tidak bisa di kompos dan ini akan hilang dengan sendirinya karena dibuat dari rumput laut," jelas dia.

Dengan demikian, pihaknya akan membuat workshop khusus dengan memilih sekitar 5 hingga 10 perusahaan dari Hipmi Jaya untuk mempelajari tentang go public. Mengingat banyak perusahaan dari DPD Hipmi Jaya yang juga telah memiliki prospek bisnis yang mumpuni.

"Banyak Ketum DPD di provinsi lain yang bisnisnya bagus juga dan mereka berpeluang melantai di bursa juga. Tapi karena mungkin belum ada kesempatan aja jadi kita akan fokuskan di workshop itu, karena akan ada konsultan hukum, ada underwriternya langsung disitu dan langsung ada output yang bagus," tukasnya. []