News

Afghanistan Jatuh, Taliban Berkuasa, Simak Kupasannya di RCTI+

Sudah hampir dua minggu ini, mata dunia tertuju ke Afghanistan


Afghanistan Jatuh, Taliban Berkuasa, Simak Kupasannya di RCTI+
Taliban (ISTIMEWA)

AKURAT.CO Sudah hampir dua minggu ini, mata dunia tertuju ke Afghanistan. Pemerintahan Afghanistan telah jatuh setelah mendapat serangan bertubi-tubi dari kelompok Taliban. Apakah Taliban akan mendapatkan pengakuan dunia untuk Kembali memerintah Afghanistan? Bagaimana sikap Indonesia? Temukan jawabannya dengan terus memantau update terkini di News RCTI+ yang akan mengabarkan setiap perkembangan pentig dari Afghanistan. 

Afghanistan kembali bergejolak. Kelompok Taliban kini menguasai Afghanistan pasca penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari negara penuh konflik tersebut. Sebelumnya AS telah berada di Afghanistan tersebut selama 20 tahun. 

Tanpa bantuan pasukan AS, Pemerintahan Afghanistan di bawah Presiden Ashraf Ghani tidak mampu melawan gempuran massif yang dilakukan kelompok Taliban. Satu per satu wilayah di Afghanistan jatuh ke tangan Taliban. Terakhir kota Kabul, yang merupakan jantung pemerintahan Afghanistan juga telah berhasil ditaklukkan dan dikuasai oleh Taliban pada Minggu (15/8) lalu.   

Tidak butuh waktu lama bagi Taliban untuk menguasai Afghanistan pasca mundurnya AS dari negara tersebut. Bahkan, ratusan ribu tentara Afghanistan yang diklaim telah dilatih dan dibiayai AS juga tak berkutik melawan pasukan Taliban.

Perlawanan pasukan pemerintah berhenti setelah ibu kota Kabul dikuasai Taliban. Taliban juga sudah memasuki kompleks kepresidenan. Presiden Afghanistan Ashraf Ghani telah melarikan diri ke Uni Emirat Arab (UEA). Para pejabat lain juga kabur menyelamatkan diri.  

Pada Kamis (19/8) lalu, Taliban secara resmi telah mendeklarasikan negara baru untuk Afghanistan yang bernama Imarah Islam Afghanistan atau Islamic Emirate of Afghanistan. Pengumuman ini bertepatan pada hari kemerdekaan Afghanistan yang lepas dari penjajahan Inggris pada 102 tahun yang lalu.

Dalam pernyataannya, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid menyatakan segera membentuk pemerintahan baru dan siap bekerja sama dengan komunitas internasional. Mereka juga berkomitmen menjaga hak-hak perempuan di bawah hukum Islam. 

Selama 20 tahun bercokol, Paman Sam telah menghabiskan dana yang sangat besar untuk mendukung pemerintahan Afghanistan dalam melawan Taliban. Brown University memperkirakan total pengeluaran AS selama berada di sana sebesar USD2,26 triliun. Ada data lain, yang menyebut AS sudah mengeluarkan Rp30.000 triliun. 

Tak hanya materi, Perang Afghanistan yang berkepanjangan juga telah merenggut nyawa sedikitnya 2.500 personel militer AS dan hampir 4.000 orang lebih kontraktor sipil AS tewas. Selain itu, sekitar 69.000 polisi militer Afghanistan juga telah meregang nyawa, 47.000 warga sipil tewas, ditambah 51.000 pejuang oposisi tewas.