Tech

Afghanistan Dikuasai Taliban, Facebook Luncurkan Fitur untuk Lindungi Penggunanya

Platform Facebook akan memungkinkan pengguna di Afghanistan untuk mengunci akunnya


Afghanistan Dikuasai Taliban, Facebook Luncurkan Fitur untuk Lindungi Penggunanya
Logo Facebook pada Facebook Cafe di Filosofi Kopi Melawai Jakarta, Jumat (13/9/2019) (AKURAT.CO / Rizki Sandi S)

AKURAT.CO, Kepala kebijakan keamanan Facebook, Nathaniel Gleicher, baru-baru ini mengumumkan serangkaian alat dan fitur keamanan baru yang diluncurkan perusahaan untuk pengguna di Afghanistan. Hal ini sebagai langkah antisipasi atas perubahan mendadak dan ekstrem dalam tata kelola dan risiko yang dihadapi banyak orang di negara itu.

Dilansir dari Slash Gear, Sabtu (21/8), platform Facebook akan memungkinkan pengguna di Afghanistan untuk mengunci akun mereka dengan cepat dengan satu klik. Pengambilalihan kekuasaan oleh Taliban secara ekstrem di Afghanistan membuat banyak orang di negara itu ingin sesegara mungkin menghapus konten dari profil media sosial mereka yang dapat membahayakan hidupnya.

Sementara itu, pekerja organisasi hak asasi manusia mengkritik perusahaan media sosial dalam sebuah pernyataan kepada NBC News baru-baru ini. Dikatakan bahwa platform media sosial gagal membantu pengguna di Afghanistan dengan cepat dan memadai membersihkan konten berisiko, termasuk menyediakan dokumen dukungan dalam bahasa regional.

Facebook meresponsnya dengan mengumumkan bahwa pihaknya mengambil langkah-langkah untuk membantu penggunanya di negara itu dengan meluncurkan fitur baru untuk akun Afghanistan. Misalnya, opsi sekali klik baru yang akan mengunci profil Facebook, mencegah orang-orang yang bukan teman melihat gambar dan kiriman profil mereka.

Selain itu, Facebook untuk sementara menangguhkan kemampuan untuk mencari dan melihat daftar Teman di Afghanistan, mengurangi kemampuan Taliban untuk menggunakan platform tersebut untuk menargetkan orang. Dalam utas Twitter-nya, Gleicher mengungkapkan bahwa Facebook juga telah mendirikan “pusat operasi khusus” untuk menghadapi setiap ancaman baru yang mungkin muncul.

Kelompok Taliban berhasil mengambil alih pemerintahan Afganistan sejak Minggu, 15 Agustus 2021 lalu. Penguasaan Taliban terhadap Afganistan pun kemudian membuat banyak pihak khawatir dengan kondisi keamanan di negara tersebut.

Tak hanya Facebook, jejaring sosial lain seperti Twitter dan LinkedIn juga mengatakan komitmennya untuk mengamankan akun-akun warga Afganistan. Mereka menjelaskan bahwa upaya tersebut adalah cara untuk melindungi pengguna Afganistan dari Taliban yang telah mengambil alih kekuasaan.

Taliban sendiri diketahui aktif di media sosial dan secara teratur memposting video. Saat ini, mereka juga telah menemukan cara untuk menghindari pembatasan di YouTube, Facebook, dan WhatsApp. Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid misalnya, terpantau telah memposting pembaruan rutin ke lebih dari 300 ribu pengikut, termasuk media internasional, di Twitter.