News

Afganistan Jatuh ke Tangan Taliban, Donald Trump Cibir Kegagalan Joe Biden

Padahal, penarikan AS yang memicu ambruknya pemerintahan Afganistan dinegosiasikan oleh pemerintahannya sendir


Afganistan Jatuh ke Tangan Taliban, Donald Trump Cibir Kegagalan Joe Biden
Penarikan mundur pasukan AS dari Afganistan dinegosiasikan oleh pemerintahan Donald Trump. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO, Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencibir Presiden Joe Biden bertubi-tubi pada Minggu (22/8) atas mundurnya pasukan AS dari Afganistan. Ia menyebutnya sebagai penghinaan kebijakan luar negeri terbesar dalam sejarah AS.

Dilansir dari Reuters, Trump telah berulang kali menyalahkan Biden atas jatuhnya Afganistan ke tangan militan Islam Taliban. Padahal, penarikan AS yang memicu ambruknya pemerintahan Afganistan dinegosiasikan oleh pemerintahannya sendiri.

"Kegagalan Biden dalam menarik AS keluar dari Afganistan merupakan cerminan ketidakmampuannya yang menjijikkan oleh seorang pemimpin negara, mungkin sepanjang sejarah," komentarnya dalam rapat umum yang riuh dipadati massa pendukungnya di dekat Cullman, Alabama.

Pasukan Taliban menyapu seluruh Afganistan ketika pasukan pimpinan AS ditarik keluar setelah 2 dekade. Pemerintah dan militer yang didukung Barat lantas berhasil ditumbangkan. Kelompok militan ini kini sedang mencoba menuntaskan pemerintahan baru.

Di sisi lain, Biden mengkritik militer Afganistan lantaran menolak untuk berperang. Pemerintahan Afganistan yang telah digulingkan pun dicelanya. Orang nomor satu di AS itu juga berkilah kalau ia mewarisi perjanjian penarikan yang buruk dari Trump.

Dalam rapat umum tersebut, Trump balik menyalahkan situasi pada Biden yang diklaimnya tak mengikuti rencana yang dibuat oleh pemerintahannya. Ia juga mengeluhkan personel dan peralatan AS yang tertinggal saat pasukan ditarik.

"Ini bukan penarikan. Ini penyerahan total," cibirnya.

Trump juga sesumbar bahwa Taliban menghormatinya. Menurutnya, Afganistan tak akan direbut dalam waktu singkat jika dirinya masih menjabat.

"Kita bisa saja angkat kaki dengan terhormat. Kita seharusnya pergi dengan terhormat. Namun, yang terjadi sebaliknya," serangnya. []