News

Afganistan Akhiri Pencarian Korban Gempa yang Tewaskan 1.000 Orang

Sekitar 2.000 orang terluka dan 10 ribu rumah hancur.


Afganistan Akhiri Pencarian Korban Gempa yang Tewaskan 1.000 Orang
Beberapa pria Afganistan berdiri di atas puing-puing sebuah rumah yang hancur akibat gempa di Gayan, Afganistan, Kamis (23/6) (Reuters/Ali Khara)

AKURAT.CO  Pihak berwenang di Afganistan telah mengakhiri pencarian korban gempa bumi dahsyat, yang sejauh ini menewaskan 1.000 orang.

Seorang pejabat senior mengungkap hal tersebut pada Jumat (24/6), menambahkan bahwa persediaan obat-obatan dan bantuan penting lainnya tidak memadai.

Gempa pada hari Rabu (22/6) terjadi di daerah terpencil dekat perbatasan dengan Pakistan. Mohammad Nassim Haqqani, juru bicara kementerian bencana, mengatakan kepada Reuters bahwa akibat bencana ini, sekitar 2.000 orang terluka dan 10 ribu rumah hancur sebagian atau seluruhnya.

baca juga:

"Operasi pencarian telah selesai, 1.000 orang tewas dan yang luka-luka sekitar 2.000 orang, baik luka berat maupun luka ringan," kata Haqqani.

Sebelumnya, pemberitaan melaporkan jumlah korban tewas yang mencapai lebih dari 1.000 orang. Sementara jumlah korban terluka menyentuh lebih dari 1.500 orang. Pihak berwenang dan penduduk setempat juga sempat khawatir bahwa jumlah korban tewas masih akan bertambah lantaran beberapa masih berada di bawah reruntuhan. 

Haqqani sendiri tidak menjelaskan mengapa pencarian korban dihentikan setelah sekitar 48 jam. Sementara dalam bencana gempa bumi lainnya, korban selamat biasanya butuh waktu lebih lama  untuk ditarik dari puing-puing bangunan.

Gempa tersebut, yang berkekuatan magnitudo 5,9, mengguncang sekitar 160 km tenggara Kabul, di wilayah pegunungan gersang yang dipenuhi pemukiman kecil. Dikatakan bahwa area ini kerap menjadi pusat perang Afganistan selama beberapa dekade.

Afganistan, yang secara resmi disebut sebagai Imarah Islam Afghanistan, adalah negara yang terkurung daratan, yang terletak di persimpangan Asia Tengah dan Selatan. Negara yang dikenal miskin ini kini telah  bergulat dengan krisis kemanusiaan yang makin memburuk sejak Taliban mengambil alih Agustus lalu. 

Komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan yang layak makin menghambat upaya bantuan di negara tersebut.

Haqqani mengatakan bahwa Afganistan tidak memiliki cukup pasokan penting untuk merawat yang terluka.

"Kementerian kesehatan kekurangan obat-obatan, kami membutuhkan bantuan medis dan kebutuhan lainnya karena ini bencana besar," katanya.

Afganistan Akhiri Pencarian Korban Gempa yang Tewaskan 1000 Orang - Foto 1
 Dalam foto ini, warga Afganistan berkerumun, menunggu bantuan tiba di sebuah daerah terdampak gempa di Gayan. Kamis (23/6)-Reuters/Ali Khara

Operasi penyelamatan itu akan menjadi ujian besar bagi kelompok Islam garis keras Taliban, yang merebut kekuasaan saat pasukan internasional pimpinan AS mundur setelah 20 tahun perang. Sejak itu, negara itu sebagian besar terisolasi, terputus dari banyak bantuan internasional langsung karena sanksi.

Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Uni Emirat Arab semuanya mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka berencana untuk mengirim bantuan. Pasokan dari negara tetangga Pakistan juga telah melintasi perbatasan.

India, yang memiliki hubungan tegang dengan Taliban, bahkan ikut turun tangan. New Delhi mengonfirmasi bahwa mereka telah mengirim setidaknya 27 ton pasokan dalam dua penerbangan untuk diserahkan ke badan-badan bantuan internasional.

Sebagian besar Asia Selatan aktif secara seismik karena lempeng tektonik yang dikenal sebagai lempeng India bertabrakan dengan lempeng Eurasia di utara.

Pada tahun 2015, gempa bumi melanda timur laut Afganistan yang terpencil, menewaskan beberapa ratus orang di Afganistan dan Pakistan utara yang  berada di dekatnya.

Lalu, pada tahun 2001, gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Afganistan utara, menewaskan sekitar 1.000 orang. Pada tahun 1998, gempa bumi dengan kekuatan sama menewaskan sedikitnya 4.500 orang, dengan getaran berikutnya melanda wilayah terpencil di timur laut Afganistan.[]