News

Ibadah atau Kampanye Politik? Adi Prayitno: Ibadah Urusan Hamba dengan Allah, Bukan Urusan Publik

Ibadah atau Kampanye Politik? Adi Prayitno: Ibadah Urusan Hamba dengan Allah, Bukan Urusan Publik
Pengamat Politik, Adi Prayitno dalam diskusi Indonesian Public Institute (IPI) menyelenggarakan diskusi: Potensi Ancaman dan Kerawanan Pemilu Serentak 2019 di Cikini Raya No.75 1 2 Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (23/2/2019). (AKURAT.CO/Oktaviani)

AKURAT.CO, Pengamat politik dari Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno mengomentari persoalan pelaksanaan Sholat Ied yang menjadi polemik di tengah masyarakat saat ini. 

Adi menilai bahwa dirinya tetap mengapresiasi pelaksanaan ibadah dalam hari raya yang sempat sepi lantaran diterpa pandemi Covid-19 selama dua tahun belakangan. 

"Apresiasi elite yang shalat ied dalam sepi seperti 2 tahun belakangan saat pandemi. Ibadah urusan hamba dengan Allah, bukan urusan publik," kata Adi dikutip dari akun twitter pribadinya @Adiprayitno_20, pada Rabu (4/5/2022). 

baca juga:

Di samping itu, Adi turut menanggapi perdebatan mengenai urusan ibadah dengan kampanye politik salah satu pihak. 

Sebab, kata Adi, urusan Ibadah yang dalam hal ini Sholat Ied merupakan urusan Allah kepada umatNya bukan kepada sesamanya. 

"Ibadah bukan serupa kampanye politik untuk dapat simpati publik. Jangan anggap ibadah seperti spanduk dan iklan politik lainnya,"pungkasnya.

Sebagai informasi, perdebatan mengenai pelaksanaan Sholat Idul Fitri dikeluhkan oleh beberapa elite politik diantaranya;

Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad yang menyebut jika masyarakat kecewa terhadap Jokowi karena tidak melaksanakan sholat Ied di Masjid Istiqlal. 

Lebih lanjut, ada Komisaris PT PELNI Kristia Budhyarto atau yang akrab disapa Kang Dede yang menyoroti penggunaan Jakarta International Stadium (JIS) untuk sholat Idul Fitri. 

Dirinya menganggap, jika Anies menggunakan fasilitas tersebut untuk jualan kampanye politik identitas guna memuluskan langkahnya dalam pencalonan presiden 2024 mendatang. []