News

Adhie Massardi: Masyarakat Masuk Zaman Digital, Pejabat Publik Kembali ke Masa Lalu

seharusnya jangan masyarakat yang dipaksa untuk menuruti keinginan lembaga negara dan pejabat publik.


Adhie Massardi: Masyarakat Masuk Zaman Digital, Pejabat Publik Kembali ke Masa Lalu
Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M. Massardi menilai bahwa sejatinya RKUHP yang dilahirkan oleh DPR tersebut merupakan produk medsos. Dimana menurutnya apabila sebuah Undang-Undang yang dilahirkan oleh orang yang tidak paham demokrasi tentu tidak akan menghasilkan produk hukum yang baik.  

Sebab menurutnya dalam sistem demokrasi selain kontrol dari lembaga negara harus ada kontrol dari masyarakat sehingga terjadi keseimbangan dalam penegakan hukum. Sebab kata dia, saat ini adalah era digital dimana media sosial (medos) sangat mempengaruhi keadaan diruang publik. 

"Sebetulnya nggak mengherankan jikalau lahirnya RKUHP itu kan dilahirkan oleh DPR produk medsos. Sehingga kualitas DPR ini kan sudah jelas dia nggak paham soal demokrasi. Padahal yang dimaksud pejabat publik itu ya. Publik domain, setelah kontrol lembaga-lembaga negara. Tidak ada dengan sistem demokrasi yang satu induk sumbernya dengan legislatif, eksekutif dan yudikatif ini, kan harus ada kontrol yang kuat dari masyarakat," katanya di Kepada AKURAT.CO di Jakarta, (Selasa 21/6/2022). 

baca juga:

Adhie menilai seharusnya jangan masyarakat yang dipaksa untuk menuruti keinginan lembaga negara dan pejabat publik. Akan tetapi pejabat publik lah yang harus merespon dengan bijak suara hati masyarakat termasuk yang disampaikan melalui media sosial. 

Adhie melanjutkan tidak lah bijak jika pemerintah terkesan membungkam kritik dan kebebasan berpendapat dengan pasal penghinaan terhadap pejabat negara atau lembaga negara. 

"Nah kalau hal-hal semacam ini dianggap penghinaan. Ya berarti diantara masyarakat dan pejabat publik itu jauh gapnya, masyarakat sudah jauh lebih maju ke era medsos (digital) dan pejabat publiknya kembali ke zaman dulu," pungkasnya. []