News

Adelin Lis Tiba di Indonesia, Jaksa Agung Semringah: Alhamdulilah!

Jaksa Agung juga menyampaikan pemulangan Adelin atas dukungan otoritas pemerintah Singapura bekerjasama dengan kedutaan besar Indonesia


Adelin Lis Tiba di Indonesia, Jaksa Agung Semringah: Alhamdulilah!
Buronan Adelin Lis

AKURAT.CO, Jaksa Agung Burhanuddin menyampaikan proses pemulangan terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis dari Singapura. Terlihat Jaksa Agung semringah saat konferensi pers di Ruang Puspenkum Kejagung pada Sabtu (19/6/2021) malam.

"Tadi jam 19.40 WIB sampai 19.55 WIB telah mendarat pesawat Garuda GA 837 yang membawa terpidana saudara Adelin Lis yang bersangkutan di Singapura ditangkap menggunakan paspor palsu atas nama Hendro Leonardi," kata Buhanuddin.

Jaksa Agung juga menyampaikan pemulangan Adelin atas dukungan otoritas pemerintah Singapura bekerja sama dengan kedutaan besar Indonesia. Khususnya kerjasama dengan Jaksa Agung Singapura.

"Alhamdulilah kita bersyukur terpidana Adelin Lis bisa kita bawa ke Indonesia," kata Jaksa Agung.

Diketahui Adelin Lis turun di Bandara Seokarno Hatta dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Terlihat Adelin mengenakan rompi tahanan dengan tangar terborgol.

Setelah Adelin langsung masuk mobil tahanan dibawa ke Kejaksaan Agung. Diketahui Adelin adalah buronan paling dicari.

Pada 2008, Sidang kasasi majelis hakim agung yang dipimpin Bagir Manan menilai Adelin terbukti bersalah dalam dua dakwaan jaksa, yaitu menyangkut korupsi serta pengabaian kewajiban sebagai pemegang hak pengelolaan hutan.

"Menghukum terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama 10 tahun dan membayar denda sebesar Rp1 miliar dengan subsider enam bulan kurungan," kata Nurhadi, Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Mahkamah Agung, di Jakarta, Sabtu (2/8).

"Menghukum pula terdakwa membayar uang pengganti sebesar Rp 119.802.393.040."

Berikut kisah perjalanan Adelin Lis:

1952, Ayah Adelin bernama Acad Lies membeli hak pengusahaan hutan di kawasan Sumatera Utara dan mendirikan perusahaan Mujur Timber. Namun izin usahanya habis pada tahun 1970an.

1970an, Mujur Timber kembali membeli HPH di Tapanuli sekarang Mandailing.

1978, Keluarga Adelin membuat perusahaan kilang kayu PT Mujur Timber, Adelin salah satu direkturnya. Hingga1980an, perusahaan keluarga Adelin berkembang pesat.

2006, Kepolisian Sumut membongkar kasus pembalakan liar yang dilakukan Inanta Timber dan Keang Nam, semua perusahaan Adelin Lies.

September 2006, Adelin ditangkap di Beijing dan dibawa ke Medan. Saat itu Menhut MS Kaban mengeluarkan surat yang menyatakan  tidak melakukan tindakan pidana, malaikan mal administrasi.

2007, kasus Adelin mulai disidang. Jaksa menuntut Adelin 10 tahun penjara. Namun hakim memutus tidak melakukan tindak pidana, tapi hanya kelalaian administrasi. []