News

Ade Armando Bilang Najwa Shihab 'Receh' Soal Pertanyaan Nasib Masyarakat Adat Kalimantan Ketika Pemindahan IKN

Ade Armando membalas sindiran Najwa Shihab terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta menuju Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim).


Ade Armando Bilang Najwa Shihab 'Receh' Soal Pertanyaan Nasib Masyarakat Adat Kalimantan Ketika Pemindahan IKN
Pakar Komunikasi Ade Armando (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pengamat politik yang juga pemerhati sosial Ade Armando membalas sindiran Najwa Shihab terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta menuju Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim). Menurutnya, Najwa kali ini tampil sebagai sosok yang 'receh' dalam menanggapi isu yang terjadi.

Hal itu ia sampaikan usai menerima video kiriman tentang Najwa Shihab yang katanya sedang berpura-pura berlari pagi bersama kawannya. Lalu, Najwa dihampiri kawannya itu dan mengatakan hendak lanjut berlari asalkan kawannya itu bisa menjawab pertanyaan darinya. Pertanyaan itu mengarah kepada nasib masyarakat adat tentang pemindahan IKN baru ke tanah Kalimantan.

"Pertanyaan Najwa adalah, bagaimana menjamin hak masyarakat adat yang terkena dampak pembangunan ibu kota baru di Penajam?" ucap Ade sambil menirukan percakapan Najwa dengan kawannya dalam tayangan video YouTube CokroTV, Selasa (25/1/2022).

baca juga:

"Kawannya - yang menyebut dirinya smart -- bingung dan berkata. Ha... sambil menggigit jari-jari tangannya. Itu yang saya bilang receh," ujarnya.

Menurut Ade, Najwa sedang berusaha menarik penonton dengan menghadirkan video pendek seperti di TikTok dan Instagram. Selain itu, ia mengatakan Najwa mungkin berusaha membawa konten tersebut secara lucu dan menghibur, namun harus mengorbankan substansi dari video tersebut.

"Isu tentang perpindahan Ibu Kota dan isu hak masyarakat adat yang sedemikian penting diringkas menjadi hanya satu pertanyaan di dalam video receh yang bahkan tidak memuat informasi dan pencerahan apapun," pungkasnya.

Lalu, ia mengatakan hal ini menjadi ironis karena sebelumnya, Najwa membuat video mendalam tentang perpindahan Ibu Kota. Video tersebut ditayangkan dalam Program Mata Najwa di Trans TV awal bulan Desember kemarin. Video yang berisikan wawancara dengan wakil pemerintah maupun masyarakat adat dan menampilkan persoalan yang begitu ruwet.

"Di satu sisi, pemerintah menjelaskan bahwa tanah yang digunakan untuk pengembangan ibu kota adalah tanah negara, hutan yang tidak dihuni masyarakat. Jadi tidak ada pengambilalihan tanah rakyat atau memindahkan masyarakat ke tempat lain," pungkasnya.

Dalam hal ini, Ade mengkritisi Najwa terkait hilangnya substansi dalam video yang dianggap 'receh' olehnya. Ia merujuk pada video satu bulan sebelumnya yang terlihat lebih elegan karena mengambil potongan wawancara dan melihat secara langsung di lokasi kejadian. Sehingga ia dapat menyimpulkan sendiri apa yang sedang dan akan terjadi selama beberapa tahun ke depan terkait rencana Pemindahan IKN baru ke Kalimantan.