News

Adde Rosi Apresiasi Kerja Polisi Usai Amankan Pelaku Pencabulan Gadis Difabel di Pandeglang

Kini pelaku masih menjalani proses hukum


Adde Rosi Apresiasi Kerja Polisi Usai Amankan Pelaku Pencabulan Gadis Difabel di Pandeglang
Anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunisa di sela kegiatannya sebagai anggota DPR RI

AKURAT.CO Anggota Komisi III DPR RI Adde Rosi Khoerunisa mengapresiasi kerja kepolisian yang berhasil mengamankan pelaku pencabulan terhadap gadis difabel di Pandeglang, Banten.

"Mengapresiasi Kapolsek Bojong Pandeglang, yang langsung mengamankan para pelaku dan menyerahkannya ke Polres Pandeglang," kata Adde dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (18/5/2021).

Adde mengatakan peristiwa Ini harus menjadi perhatian semua pihak, khususnya Polres Pandeglang.

Hal ini penting agar pelaku bisa mendapat dihukum seberat-beratnya, mengingat kerugian immateril dan dampak psikologis yang diderita korban sudah tingkat mengkhawatirkan. 

"(Hukuman yang adil penting) Agar juga memberikan efek jera terhadap para pelakunya," tegas Adde.

Demi mencegah peristiwa serupa terulang, politisi Golkar Dapil Pandeglang-Lebak itu mendorong aparat setempat, termasuk Babinkamtibmas dan Unit PPPA Polres dan Polsekyg agar memberikan penerangan pendidikan hukum bagi masyarakat terkait perlindungan perempuan dan anak di keluarga. 

"Banyak UU yang mengaturnya dan perlu disosialisasikan, UU KDRT. UU Perlindungan Anak, UU TPPO, dan yg lainnya. Serta jangan lupa dalam sosialisasi itu, tekankan hukuman pidananya agar potensi perbuatan tindak pidana terkait mereka dapat dicegah sedini mungkin," kata Adde.

Sebelumnya, polisi mengamankan 3 pria yang diduga tega mencabuli seorang gadis berumur 16 tahun di Kecamatan Bojong, Pandeglang, Banten. 

Ironisnya, gadis berketerbelakangan mental, sebut saja Bunga, itu kini mengalami kondisi trauma akibat peristiwa tersebut.

Ketiga pria yang diamankan itu yakni SK alias Sarkod (35), UK (30) dan JM (51). Mereka diamankan di rumahnya masing-masing supaya tidak diamuk massa yang kesal terhadap perbuatannya.

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku ini diancam Pasal 81 jo 76D dan atau Pasal 82 jo 76E UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara.[]

Bayu Primanda

https://akurat.co