Entertainment

Adam Deni Laporkan Jerinx SID, Polda Metro Jaya Akan Panggil Saksi Ahli

Pemanggilan saksi ahli dilakukan dan diperlukan apakah nantinya Jerinx SID terbukti melakukan pengancaman


Adam Deni Laporkan Jerinx SID, Polda Metro Jaya Akan Panggil Saksi Ahli
Jerinx SID dan istri (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Perseteruan Jerinx SID dengan Adam Demi masuk dalam ranah hukum. Hal tersebut berkenaan dengan dugaan adanya pengancaman yang dilakukan Jerinx terhadap Adam Deni melalui media elektronik.

Kombes Pol Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya, pada Senin (2/8) mengatakan akan memanggil para saksi ahli sebelum nantinya memeriksa Jerinx SID.

"Rencana Minggu ini kami masih akan memeriksa saksi-saksi ahli lagi. Karena ini sudah naik tingkat penyidikan sehingga perlu memeriksa saksi-saksi ahli baik itu ahli bahasa, ahli pidana juga ahli IT dan ada beberapa saksi ahli yang lain yang menurut penyidik memang diperlukan," ujar Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/8).

Pemanggilan saksi ahli dilakukan dan diperlukan apakah nantinya Jerinx SID terbukti melakukan pengancaman terhadap Adam Deni.

"Kita akan merencanakan kalau sudah lengkap Insya Allah hari Jumat atau Sabtu untuk melakukan gelar perkara," tambah Yusri.

Perihal status tersangka, Yusri Yunus menegaskan belum bisa berkomentar apapun dan menunggu hasil di pekan ini.

"Untuk menentukan tersangka rencana Jumat atau Sabtu. Mudahan pemeriksaan saksi yang lain ini bisa berjalan baik," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Adam Deni dan Jerinx saling berseteru di media sosial. Berawal dari Adam Deni menuliskan komentar di akun Instagram Jerinx SID dengan meminta bukti daftar artis Indonesia yang dituding telah menerima endorse untuk mengaku terpapar Covid-19.

Tak terima, Jerinx SID justru memarahi Adam Deni dan menyebabkan akun Instagramnya hilang. Adam Deni mengaku dihina, dimaki dan diancam Jerinx SID melalui sambungan telepon.

Terkait hal itu, Adam Deni melaporkan Jerinx ke kepolisian. Jerinx dilaporkan terkait dugaan kasus pengancaman dan penghinaan melalui media elektronik dan dikenakan pasal 335 KUHP dan atau pasal 29 Jo pasal 45B UU RI no 19 Tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 Tahun 2008 tentang ITE.