News

Ada Wabah PMK, Kemenag Imbau Umat Islam Tak Paksakan Berkurban

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat Islam untuk tidak memaksakan diri untuk berkurban di tengah maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).


Ada Wabah PMK, Kemenag Imbau Umat Islam Tak Paksakan Berkurban
Seorang dokter hewan menyuntikkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) kepada hewan ternak sapi perah di Cilembu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (20/6/2022). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

AKURAT.CO Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau umat Islam untuk tidak memaksakan diri untuk berkurban di tengah maraknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) saat ini.

Imbauan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor SE 10 Tahun 2022 tentang Pandauan Penyelenggaraan Salat Hari Raya Idul Adha dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi.

Yaqut mengatakan, edaran tersebut diterbitkan dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat Islam dalam penyelenggaraan salat Hari Raya Iduladha dan pelaksanaan kurban tahun 1443 H/2022 M di tengah wabah penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak.

baca juga:

Edaran tersebut antara lain mengatur tentang pelaksanaan protokol kesehatan saat salat Hari Raya Iduladha, pelaksanaan kurban, takbiran, khutbah Iduladha, ketentuan syariat berkurban, hingga teknis penyembelihan, pengulitan, pencacahan, pengemasan, dan pendistribusian daging kurban.

"Bagi umat Islam, menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Iduladha hukumnya sunnah muakkadah. Namun demikian, umat Islam diimbau untuk tidak memaksakan diri berkurban pada masa wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK),” imbau Yaqut dalam keterangannya, Minggu (26/6/2022). 

Dia menjelaskan, SE tersebut menjadi panduan bagi masyarakat dalam menyelenggarakan Salat Hari Raya Iduladha dengan memperhatikan protokol kesehatan dan melaksanakan ibadah kurban.

"Tentu dengan memperhatikan kesehatan hewan kurban sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat," katanya. 

Menag mengimbau umat Islam untuk membeli hewan kurban yang sehat dan tidak cacat sesuai dengan kriteria, serta menjaganya agar tetap dalam keadaan sehat hingga hari penyembelihan.

Bagi umat Islam yang berniat berkurban dan berada di daerah wabah atau terluar dan daerah terduga PMK, Menag mengimbau untuk melakukan penyembelihan di Rumah Potong Hewan (RPH). 

“Atau, menitipkan pembelian, penyembelihan, dan pendistribusian hewan kurban kepada Badan Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, atau lembaga lainnya yang memenuhi syarat,” tandasnya. []