Ekonomi

Ada Varian Omicron, Menkeu Tetap Waspadai Pengaruh ke Pertumbuhan Ekonomi

Sri Mulyani mengaku waspada terhadap keuangan negara terkait dampak varian covid 19 baru, omicron


Ada Varian Omicron, Menkeu Tetap Waspadai Pengaruh ke Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku waspada terhadap keuangan negara terkait dampak varian Covid-19 baru, Omicron. Omicron merupakan varian baru Covid-19 yang kini menghantui dunia. Varian yang ditemukan pertama kali di Afrika Selatan ini sudah mulai menjangkiti berbagai negara di dunia.

“Kami sangat waspada dan mencermati apa yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk meningkatnya kasus atau mutasi Omicron,” katanya dalam acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 secara virtual dari Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Meski demikian, Menkeu tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021 akan berada di kisaran 3,5-4 persen. Perkiraan ini lebih baik dari realisasi 2020 yang minus 2,07 persen.

"Kita harap pemulihan ekonomi di Indonesia berlanjut di kuartal IV tahun ini sehingga kita memperkirakan growth economy tahun ini berada diantara 3,5-4,0 persen,” lanjutnya.

Menurutnya, prinsip langkah penanganan varian baru Covid-19 Omicron sama dengan upaya menghadapi varian delta, yakni fokus menjaga aspek kesehatan.

"Terpeliharanya kewaspadaan, disiplin penerapan protokol kesehatan, dan kehati-hatian, diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru, yaitu varian baru Omicron Covid-19," ungkapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga akan terus melaksanakan reformasi struktural karena dinilai akan menciptakan pemulihan yang lebih cepat dengan pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ia mengatakan masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti meningkatkan daya saing, kualitas sumber daya manusia (SDM) serta produktivitas dan inovasi.

“Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam penyederhanaan iklim investasi, birokratisasi yang mendalam serta penyederhanaan regulasi juga sangat-sangat-sangat relevan,” tambahnya.[]