Ekonomi

Ada Resiko Baru Pada Pemulihan Ekonomi Tahun 2022

Sri Mulyani Indrawati pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022 dibarengi dengan munculnya berbagai risiko baru.


Ada Resiko Baru Pada Pemulihan Ekonomi Tahun 2022
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan penjelasan tentang penerbitan petunjuk teknis keterbukaan informasi keuangan di Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (5/6). Sri Mulyani telah mendatangani peraturan Menteri nomor 70/PMK.03/2017 tentang petunjuk teknis mengenai akses infomasi keuangan untuk kepentingan perpajakan. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pemulihan ekonomi Indonesia pada 2022 dibarengi dengan munculnya berbagai risiko baru.

Risiko itu antara lain, volatilitas harga komoditas, tekanan inflasi dan implikasi kenaikan suku bunga di negara maju terutama Amerika Serikat, rebalancing ekonomi Tiongkok, disrupsi rantai pasok, dan dinamika geopolitik.

“Meski menghadapi dinamika ketidakpastian, perekonomian Indonesia pada tahun 2022 diproyeksikan akan melanjutkan pemulihan yang makin kuat dari akhir tahun 2021 ini,” katanya dalam keterangan pers di istana Presiden, Senin (29/11/2021).

Oleh karena itu, menurutnya perlu penanganan penyebaran COVID-19 dibarengi dengan percepatan vaksinasi COVID-19 ke masyarakat agar terciptanya kekebalan komunitas, sehingga kegiatan ekonomi dapat bergulir kembali.

“Keberhasilan pemerintah Indonesia kendalikan varian Delta dan terpeliharanya kewaspadaan, disiplin protokol kesehatan diharapkan akan menjadi bekal kuat dalam menghadapi ancaman baru varian baru Omicron," katanya.

Selain itu, Menkeu juga mensyukuri bahwa pemerintah dan DPR telah mengambil berbagai kebijakan yang luar biasa di bidang keuangan negara dalam dua tahun trakhir ini. Kebijakan APBN yang tepat dinilai menjadi kunci penanganan pandemi covid-19 sekaligus memulihkan perekonomian nasional.

"Kami menyadari kerja sama yang baik antara pemerintah dan DPR telah mampu menghasilkan APBN yang responsif, tangguh, dan dinamis sehingga dapat meminimalkan dampak dari risiko pandemi dengan melindungi rakyat dan ekonomi Indonesia secara optimal," tambahnya.[]