Ekonomi

Ada Polemik Impor Beras, Kementan Malah Sebut Indonesia Bisa Ekspor

Ada Polemik Impor Beras, Kementan Malah Sebut Indonesia Bisa Ekspor
Petugas saat melakukan pengecekan beras yang ada di gudang Bulog, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019). Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso memastikan bahwa stok beras sejauh ini masih mencukupi. Sehingga impor beras dinilai tidak dibutuhkan. Stok beras Bulog mencapai 2,1 juta ton, dengan 1,7 ton di antaranya merupakan beras impor. Stok awal tahun yang cukup tinggi dinilai mampu menekan impor beras. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Di tengah musim panen raya beras hingga April, Kementerian Pertanian mengatakan adanya peluang pasar ekspor beras yang terbuka lebar bagi petani Indonesia, dengan jaminan harga yang cukup baik di pasar internasional.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri mengatakan setiap tahunnya beras lokal Indonesia juga diminati pangsa pasar negara lain. Setidaknya sejak tahun 2017, Indonesia melakukan ekspor sebesar 2.100 ton ke 5 negara tujuan, yakni Belanda, Amerika Serikat, Malaysia, Belgia dan Bangladesh.

“Berdasarkan data IQFAST Badan Karantina Pertanian yang dihimpun di pelabuhan ekspor kita, permintaan beras kita di luar negeri cukup besar,” jelas Kuntoro lewat keterangan tertulisnya, minggu (28/3/2021).

baca juga:

Bahkan sempat mencapai total ekspor 1.400 ton pada tahun 2018 ke 14 negara, termasuk ke Jepang, Vietnam dan Tiongkok.

Beras dalam kategori premium atau kebutuhan khusus ini masih terbuka permintaannya, mengingat selera pasar, kebutuhan beras organik dan Horeka di luar negeri akan beras lokal asia cukup bagus, jelas Kuntoro.

Kuntoro menambahkan, di tahun 2019 volume ekspor beras ini mencapai 230,2 ton, dan tahun 2020 sebesar 341,1 ton.

“Volumenya memang agak menurun apalagi 2020 ada hambatan pandemi covid 19, namun jumlah negara tujuan ekspor bertambah hingga 20 negara di dunia. Ini peluang yang harus ditangkap,” tegas Kuntoro.

Bila peluang ini dapat dipacu dan negara di dunia mulai membuka akses pelabuhannya seperti sebelum pandemi covid 19, Kuntoro menyakini peluangnya akan terbuka kian lebar.

Soal potensi wilayah pertanian dan kemampuan produksi tidak menjadi soal, mengingat Indonesia masih punya cukup lahan, tinggal dikelola dipenuhi kebutuhan benih khusus dan perlakuannya.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu