Ekonomi

Ada Pertemuan, China Bakal Bantu Korea Utara Soal Sanksi?


Ada Pertemuan, China Bakal Bantu Korea Utara Soal Sanksi?
Pertemuan Xi Jinping dan Kim Jong-un diselenggarakan di Pyongyang, Korea Utara (CNN)

AKURAT.CO, Presiden China Xi Jinping pada Jumat (21/6/2019) memuji gagasan baru Korea Utara (Korut) dalam pembangunan ekonomi, termasuk meningkatkan lowongan pekerjaan warganya, dan mengubah sistem sosialisasi ke sistem baru di Korut berdasarkan perkembangan zaman.

Hal itu disampaikan oleh Xi dalam pidatonya di Pyongyang, Korea Utara (Korut) setelah akhirnya mengunjungi Kim dan tidak bertemu dia pada 6 tahun lalu.

"Korut memprakarsai garis strategis baru pembangunan ekonomi," kata Xi.

Namun, Xi mendesak Korut dan negara lain yang memberikan sanksi internasional pada Korut untuk melakukan pembicaraan damai agar tercipta perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran dunia.

Sebuah laporan lembaga think tank yang berbasis di AS menilai sanksi internasional membuat Korut tidak dapat memperoleh akses penuh ke pasar modal dunia.

Walaupun sanksi telah dilonggarkan dengan Presiden AS Donald Trump memberikan bantuan ekonomi besar-besaran, tetapi sikap keras kepala Korut untuk tidak melepas senjata nuklirnya telah membuatnya sulit bergabung dalam keuangan internasional.

"Meskipun pelonggaran sanksi yang dikenakan pada Korea Utara karena program senjata nuklirnya diperlukan, tidak cukup bagi Korea Utara untuk mendapatkan akses penuh ke pasar modal global," kata laporan yang belum dipublikasikan oleh The Korea Society, yang dilansir dari Euro News, Sabtu (22/6/2019).

Sementara, jika sanksi tetap diberlakukan akan sulit juga untuk China masuk ke pasar modal Korut. Meskipun Xi telah mengunjungi Kim pada Kamis dan Jumat.[]