News

Ada May Day, Menaker Bilang Ada Banyak Inisiatif Untuk Buruh Yang Sudah Dilakukan

Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day hari ini, Sabtu (1/4/2021) ditandai dengan aksi buruh di berbagai daerah di Indonesia.


Ada May Day, Menaker Bilang Ada Banyak Inisiatif Untuk Buruh Yang Sudah Dilakukan
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (Dokumentasi BNPB)

AKURAT.CO  Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day hari ini, Sabtu (1/4/2021) ditandai dengan aksi buruh di berbagai daerah di Indonesia.

Sementara itu Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) mengajak para buruh untuk menjadikan May Day kali ini bertemakan "Recovery Together".

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Ida Fauziyah menyatakan, ada banyak inisiatif yang telah dibuat Kemnaker untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Diantaranya adalah Bantuan Subsidi Upah atau BSU kepada pekerja yang terdampak Pandemi Covid-19, pelatihan vokasi dengan metode blended training, pemagangan di industri, pelatihan peningkatan produktivitas bagi tenaga kerja, sertifikasi kompetensi, penempatan tenaga kerja dalam negeri, penempatan tenaga kerja luar negeri, pelatihan wirausaha baru, inkubasi bisnis, padat karya, dan gerakan pekerja sehat.

Inisiatif berikutnya adalah kebijakan pemberian THR Keagamaan kepada para pekerja atau buruh. Ida berharap, stimulus tersebut akan menggerakkan konsumsi masyarakat, yang akan berdampak baik bagi kinerja perusahaan.

“Kita tidak akan berhenti di sini. Inisiatif lainnya akan terus saya dorong untuk segera dilaksanakan. May Day tahun ini menjadi istimewa karena ini adalah perayaan atas harapan,” kata Ida dalam siaran persnya, Sabtu (1/5/2021). 

Dia mengungkapkan, tema Recovery Together itu bermakna ajakan kepada serikat pekerja atau serikat buruh (SP/SB) dan para pengusaha untuk menjadikan May Day 2021 sebagai momentum memperkuat kebersamaan dan persaudaraan, sebagai upaya bersama dalam melawan COVID-19.

“May Day tahun ini harus kita maknai sebagai perayaan atas harapan, untuk kita sama-sama membangun Indonesia ke arah yang menggembirakan, ke arah yang lebih baik meskipun masih dalam pandemi COVID-19,” katanya. 

Ida mengatakan, pandemi Covid-19 memberi efek yang sangat besar, baik untuk kesehatan maupun perekonomian nasional. Pasalnya, tidak sedikit perusahaan atau industri yang terkena guncangan ekonomi dan berakibat ada yang bertahan, ada juga yang terpuruk.

Hal itu mengakibatkan tingkat pengangguran dan kemiskinan bertambah. Meski demikian, Menaker meminta semua pihak agar tetap menjaga optimismenya. 

“Memang ini merupakan tugas berat pemerintah saat ini, namun jika secara bersama-sama seluruh elemen bangsa melakukan tindakan nyata, maka beban ini secara perlahan-perlahan dapat dilampaui. Kita bisa pulih bersama,” ungkap Ida.

Bayu Primanda

https://akurat.co