Ekonomi

Ada Lebih dari 1.500 Pengisian Mobil Listrik Konsumsi 45 ribu Kwh

tercatat ada lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh


Ada Lebih dari 1.500 Pengisian Mobil Listrik Konsumsi 45 ribu Kwh
Mobil bertenaga listrik bermerek Nissan dipamerkan dalam pergelaraan Pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD City, Tangerang, Minggu (21/11/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Pertamina Patra Niaga Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) mencatat sejak Februari hingga Oktober, setidaknya tercatat ada lebih dari 1.500 pengisian mobil listrik dengan total daya mencapai lebih dari 45 ribu kWh.

“Saat ini mayoritas penggunaan charging station di SPBU GES Pertamina oleh kendaraan umum dan taksi online sebagai mitra kami dalam mengembangkan ekosistem hilir kendaraan listrik. Namun, sekitar 10% dari angka tersebut, charging station dimanfaatkan oleh pengguna kendaraan pribadi. Inilah peluang yang ingin kami ambil, lokasi strategis SPBU akan kami manfaatkan untuk pengembangan infrastruktur hilir kendaraan listrik,” kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, SH C&T, Alfian Nasution, lewat keteragannya, Minggu (21/11/2021).

Saat ini Pertamina Patra Niaga telah mengoperasikan 5 unit Charging Station yang berlokasi di SPBU Pertamina. Charging station ini memang bagian dari inovasi untuk kebutuhan energi masa depan, terintegrasi dalam konsep baru SPBU ramah lingkungan yakni Green Energy Station (GES) yang telah diresmikan Agustus lalu. 

baca juga:

Sejak charging station tersebut dapat digunakan, Pertamina Patra Niaga terus memantau transaksi dan jumlah daya listrik yang digunakan untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik.

Selain charging station, Alfian mengatakan bahwa saat ini Pertamina Patra Niaga juga sedang menyiapkan outlet dan layanan battery swapping station (BSS) bagi motor listrik yang juga akan berlokasi di beberapa SPBU GES di wilayah Jakarta. 

“ Sama seperti charging station, outlet dan layanan BSS akan kami coba kembangkan terlebih dahulu bersama mitra. Kami targetkan program BSS ini akan berjalan secepatnya sebagai komitmen perusahaan terhadap salah satu poin Environmental, Social, and Governance (ESG) yakni menyediakan akses energi yang lebih baik bagi masyarakat, sebagai upaya mendorong penurunan emisi karbon, serta untuk mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik khususnya di sisi hilir,” pungkas Alfian.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah memiliki tujuan besar untuk memberi keuntungan (surplus) ke neraca​​​ pembayaran Indonesia yang selama puluhan tahun terkendala tingginya impor minyak.[]