News

Ada Hubungan Keluarga, Kasus Pelecehan Seksual di Kereta Berakhir Damai


Ada Hubungan Keluarga, Kasus Pelecehan Seksual di Kereta Berakhir Damai
Kereta Commuter Line melintasi jalur rel di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (18/6/2019). PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta mengimbau penumpang kereta rel listrik ( KRL) atau commuter line untuk mengatur ulang waktu keberangkatan, sehubungan dengan keterlambatan perjalanan KRL sejak Jumat (14/6/2019). Keterlambatan diakibatkan antrean masuk dan pembatasan kecepatan KRL imbas pengerjaan sarana dan prasarana di Stasiun Manggarai. (AKURAT.CO/Abdul Aziz Prastowo)

AKURAT.CO Kasus pelecehan seksual di dalam kereta dengan korban NH (17) dan tersangka Hengki (27) berakhir damai.

Keduanya sepakat berdamai dengan alasan masih ada ikatan hubungan keluarga.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argi Yuwono membenarkan keduanya telah sepakat berdamai setelah keluarga korban dan pelaku bertemu.

baca juga:

Kini Hengki hanya tinggal menjalani wajib lapor ke polisi selama beberapa bulan. "Sementara kita wajib lapor Senin Kamis ya di sana. Iya betul (ada hubungan keluarga) ternyata setelah diurut urut ternyata ada hubunganya disitu oke," terang dia Senin (26/8/2019).

Kata Argo orangtua korban juga sudah mencabut laporan yang sempat dibuatnya. Kini, Argo berharap tidak ada lagi pelecehan seksual di transportasi umum.

"Kasus kalau sudah cabut karena dia ternyata ada hubungan keluarga di sana ya dan saling memaafkan disitu," tukas dia.

Sebelumnya diketahui, Hengki meraba dada NH di Stasiun Klender Jakarta Timur beberapa waktu lalu. NH yang hendak berangkat Pelatihan Kerja Lapangan (PKL) pun berteriak dan mencuri perhatian warga.

Hengki pun diringkus dan dibawa ke Pos security stasiun dan akhirnya diserahkan ke Polda Metro Jaya.[]