Ekonomi

Ada Dugaan Praktik Kartel Ayam, Peternak Minta Keadilan ke KPPU

Ada Dugaan Praktik Kartel Ayam, Peternak Minta Keadilan ke KPPU
Pekerja saat mengeluarkan ayam dari dalam keranjang untuk dijual di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Jumat (29/1/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara (PPRN) meminta Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk memastikan adanya keadilan dalam pasar perunggasan nasional.

Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan dugaan praktek kartel ayam ditengarai masih terus terjadi yang dilakukan oleh korporasi (integrator) besar untuk mematikan pesaing pasar becek atau tradisional dengan menguasai pasar dari hulu ke hilir.

Selama ini, kartel memaksa peternak rakyat pada pilihan yang sangat sulit, mati atau bergabung dalam program kemitraan korporasi.

baca juga:

“Ini pada akhirnya akan menciptakan pasar terkendali oleh beberapa korporasi oligopoli dan dalam jangka panjang konsumen pasti akan dirugikan,” ujar Alvino saat menyampaikan laporan dugaan praktek kartel harga DOC (Day Old Chicken) dan harga Sapronak (Sarana Produksi Peternakan) di Kantor KPPU, Jakarta, dilansir dari Antara, Selasa (23/3/2021).

Dikatakannya, apabila praktek ini terus terjadi tidak akan ada lagi peternak rakyat karena semuanya dipaksa menjadi kaki tangan korporasi.

Menurut dia, dugaan praktek kartel yang dimaksud tidak lagi bersepakat pada harga jual ayam (live bird) yang tinggi. Tetapi bersepakat di harga yang lebih rendah dengan target untuk membunuh persaingan di pasar tradisional.

“Maka KPPU jangan hanya melihat kartel sebatas perjanjian penetapan harga, tetapi harus lebih jauh melihatnya bahwa kartel perunggasan adalah agenda korporasi untuk menguasai pasar becek dan terjadinya kanibalisme peternakan," ujar Alvino.

Ketua KPPU Kodrat Wibowo mengatakan akan mendalami laporan dari PPRN tentang adanya dugaan praktek kartel ayam yang dilakukan oleh para korporasi besar.

Ia mengakui memang terdapat kemungkinan persoalan di hulu, yakni pasar pakan dan DOC yang tidak seimbang.

Sumber: Antara

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu