News

Ada Dugaan Duit BST Dipotek, Komisi IX DPR Minta Dinas Sosial Setempat Lakukan Pengawasan

Rahmad juga meminta Dinas Sosial di setiap daerah untuk memberikan fungsi pengawasan


Ada Dugaan Duit BST Dipotek, Komisi IX DPR Minta Dinas Sosial Setempat Lakukan Pengawasan
Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menilai pemotongan bantuan sosial tunai (BST) bentuk pelanggaran.

Oleh karena itu, dia meminta kepada masyarakat yang menemukan adanya dugaan penyelewengan bansos untuk segera melaporkan kepada pihak Kepolisian, Camat dan Lurah setempat.

"Jadi kepada semua (masyarakat) dan kepada siapa saja, tidak ada celah pembenaran sedikit pun terhadap pemotongan BST yang telah di tetapkan oleh pemerintah, ini betuk pelanggaran," tegas Rahmad saat dihubungi AKURAT.CO, Sabtu (31/7/2021).

Selain itu, Rahmad juga meminta Dinas Sosial di setiap daerah untuk memberikan fungsi pengawasan serta faliditasi data agar tidak jadi kecemberuan dan permasalahan yang terjadi seperti saat ini.

Lebih lanjut Politisi PDI-Perjuangan itu menjelaskan, bahwa pemberian bansos dari pemerintah ini sudah dialokasikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima. Apabila terdapat penyelewengan, maka hal itu menurut Rahmad sudah mencederai kebijakan pemerintah.

"Orang yang punya (menengah ke atas) tapi malah justru menerima (Bansos) kemudian yang (menengah kebawah) tidak menerima itu perlu didiskusikan kepada Dinas Sosial terkait, agar adanya perbaikan data maupun penyebaran data begitu biar tidak menimbulkan masalah," tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Menteri Sosial (Mensos), Tri Rismaharini melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke perkampungan di Kota Tangerang, Rabu (28/7/2021). 

Hal tersebut dilakukan untuk mengecek penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST). Dalam sidak tersebut, Risma ingin mengetahui secara pasti mengenai penyaluran BST yang seharusnya sudah didistribusikan ke Kota Tangerang beberapa waktu lalu senilai Rp600 ribu dan beras 10 kilogram. 

Dari pantauan di lokasi, Risma menggunakan baju serba putih blusukan ke pemukiman warga tanpa adanya pengawalan dari kepolisian sekitar.  Tidak ada satupun pejabat setempat yang mendampingi, bahkan Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah pun tidak terlihat. 

Lokasi pertama yang Risma sambangi di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang yang berdekatan dengan rumah Gubernur Banten, Wahidin Halim.

Kemudian, lokasi kedua, rombongan Kemensos langsung meluncur ke Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang. 

"Saya ini Pak, Bu, sengaja tidak kasih tahu pemerintah setempat ya. Saya sendiri mau tahu langsung bagaimana masyarakat menerima bantuan sosial ini," kata Risma di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang. []