News

Ada Corona, Kodam Kasuari Tak Gelar Upacara Penutupan Dikmata


Ada Corona, Kodam Kasuari Tak Gelar Upacara Penutupan Dikmata
Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, saat menutup Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2019 di ruang rapat Mako Rindam XVIII/Kasuari, Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (18/4/2020) (Dok. Pendam XVIII/Kasuari)

AKURAT.CO, Pendidikan Pertama Tamtama (Dikmata) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran (TA) 2019 di Sekolah Calon Tamtama (Secata) Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) XVIII/Kasuari secara resmi ditutup oleh Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, di ruang rapat Markas Komando (Mako) Rindam XVIII/Kasuari, Manokwari Selatan, Papua Barat, Sabtu (18/4/2020).

Di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19, penutupan Dikmata dilaksanakan tanpa upacara penutupan, namun hanya dilaksanakan dengan laporan resmi Komandan Rindam XVIII/Kasuari dan pembagian ijazah dengan tetap mengikuti prosedur kesehatan terkait penanganan Covid-19.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, menyampaikan ucapan selamat kepada 391 orang mantan Prajurit Siswa Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2019 Kodam XVIII/Kasuari, baik kepada  218 orang yang dididik di Rindam XVIII/Kasuari, maupun 173 orang lainnya yang dititipkan untuk digembleng di Rindam XIV/Hasanuddin, Sulawesi Selatan, yang berhasil lulus pendidikan dan berhak menyandang pangkat Prajurit Dua (Prada) TNI AD.

Selain itu, Mayjen Joppye juga meminta maaf karena tidak bisa berbagi kebahagiaan dengan mengundang para orang tua Prada baru tersebut untuk hadir menemui putra-putranya, karena terkendala wabah Covid-19.

"Tapi jangan kuatir, panitia telah menyiapkan fasilitas Teknologi Informasi agar keluarga minimal dapat menyaksikan penutupan pendidikan ini melalui live streaming yang bisa dilihat melalui telepon seluler orang tua atau keluarga masing-masing,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Senin (20/4/2020).

Selama lebih kurang lima bulan, para Prajurit Tamtama Remaja (Taja) baru telah digembleng dan dibekali oleh para pelatih dan pengajar di Kawah Candradimuka Rindam dengan berbagai materi dasar keprajuritan, seperti pengetahuan dasar kemiliteran, keterampilan keprajuritan dan mental kejuangan agar menjadi prajurit TNI AD yang tanggap, tangguh dan trengginas, serta berjiwa Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta mampu menjalankan 8 Wajib TNI di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

“Dengan berakhirnya Dikmata ini dan berlakunya Peraturan Pemerintah tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, maka para prajurit baru tidak mendapatkan hak cuti pendidikan, karena wabah Virus Corona yang semakin hari semakin meningkat penularannya, yang dapat menularinya. Untuk itu saya berpesan agar para prajurit baru dapat mematuhi semua ketentuan protokol kesehatan yang telah dikeluarkan pemerintah dalam mencegah penyebaran Virus Corona ini,” ujar Pangdam.

Selanjutnya, Danrindam XVIII/Kasuari Kolonel Inf Ignatius Tri Joko Budi, dalam paparannya kepada Pangdam mengatakan bahwa penyelenggaraan Dikmata TNI AD Gelombang II TA 2019 berpedoman pada rencana operasi pendidikan untuk mencapai tujuan dan sasaran pendidikan sesuai Tri Pola Dasar Pendidikan.

Hasilnya, menurut Joko, dari 220 orang calon Prajurit TNI AD yang menjalani pendidikan di Rindam XVIII/Kasuari, lulus 218 orang, sedangkan dua orang lainnya dinyatakan tidak lulus.

"Pendidikan diselenggarakan selama 20 minggu (5 bulan), buka pendidikan 2 Desember 2019 dan penutupan pendidikan 18 April 2020. Sedangkan untuk Kecabangan atau Kesenjataan para Prajurit TNI AD yang telah lulus Dikmata, akan dilanjutkan dengan pendidikan kecabangan yaitu Kecabangan/Korps Infanteri 189 orang, Zeni 11, Perhubungan 1, Peralatan 3, Pembekalan dan Angkutan 2, Polisi Militer 5 dan Kesehatan 7,” katanya.

Joko mengungkapkan, secara umum, hasil evaluasi aspek jasmani Siswa Dikmata TNI AD kali ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan Dikmata TNI AD sebelumnya, dengan bukti perbandingan nilai rata-rata pada nilai aspek jasmani yang meningkat.

Usai paparan Danrindam kepada Pangdam XVIII/Kasuari, dilanjutkan dengan pembagian ijazah oleh Danrindam kepada 218 mantan Siswa Dikmata Rindam XVIII/Kasuari.[]