Rahmah

Ada Aturannya Loh, Ini Adab Tidur sesuai Sunnah Rasul

Bagaimana agar tidur sesuai sunnah Rasul?

Ada Aturannya Loh, Ini Adab Tidur sesuai Sunnah Rasul
Gambar hanya untuk ilustrasi (American Heart Association)

AKURAT.CO Tidur merupakan bagian dari kehidupan manusia yang dijadikan sebagai momen untuk beristirahat setelah menjalani rutinitas hari. Allah WT sendiri telah menyebutkan bahwa tidur bagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya. Dalam Al-Qur’an disebutkan,

وَمِنْ آيَاتِهِ مَنَامُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَابْتِغَاؤُكُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآياتٍ لِقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

Artinya, “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah tidurmu di waktu malam dan siang hari serta usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan” (QS Ar Rum: 23).

baca juga:

Dilansir NU Online, agama Islam telah memberikan anjuran-anjuran kepada setiap muslim agar tidur tetap memiliki nilai ibadah. Salah satunya dengan mengambil air wudhu terlebih dahulu sebelum beranjak ke tempat tirud. Rasulullah SAW  pernah bersabda,

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَأْ وُضُوءَكَ للصَلاةِ، ثُمَّ اضْطَّجِعْ على شِقِّكَ الأَيْمَنِ

Artinya, “Jika engkau hendak menuju tempat tidurmu (untuk tidur), maka berwudhulah seperti engkau berwudhu untuk shalat, kemudian berbaringlahlah di rusukmu (bagian tubuhmu) sebelah kanan” (HR al-Bukhari dan Muslim).

Kemudian, Islam juga telah menganjurkan posisi tidur yang baik, yaitu dengan posisi miring bertumpu ke bagian kanan tubuh. Selain karena mengutamakan posisi kanan sebagai sunnah Rasul, tidur posisi demikian akan membuat seorang muslim mudah terbangun.

Dengan mudah terbangun tentu sangat menguntungkan bagi setiap muslim, seperti untuk melakukan salat tahajud di malam hari dan bangun untuk salat subuh tepat waktu.

Dasar anjuran demikian adalah penjelasan Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim sebagai berikut:

“Dianjurkannya tidur dengan bertumpu pada tubuh bagian kanan adalah karena Rasulullah menyukai untuk melakukan segala hal yang baik dengan bagian kanan, seperti makan dengan tangan kanan, membasuh anggota wudhu dimulai dari bagian kanan, mengisi shaf dianjurkan untuk mendahulukan bagian kanan, dan beberapa anjuran-anjuran lainnya. Selain itu, tidur dengan bertumpu pada bagian kanan dianggap lebih cepat untuk bangun, sehingga tidak sulit tatkala hendak dibangunkan oleh orang lain.

Selain bertumpu pada bagian kanan, anjuran berikutnya adalah tidur dengan menghadap ke arah kiblat. Dalam satu hadis Nabi dijelaskan,

“Rasulullah memerintahkan ‘Aisyah untuk menyiapkan tempat tidurnya. Tempat tidurnya pun disiapkan, lalu Rasulullah menghadap kiblat. Dan apabila beliau merebahkan diri di atasnya, beliau jadikan telapak tangan kanannya sebagai bantal” (HR Abu Ya’la).[]

Sumber: NU Online