Olahraga

Ada Apa dengan Chelsea?


Ada Apa dengan Chelsea?
Posisi Antonio Conte di bangku kepelatihan mulai goyang, usai kekalahan yang diterima Chelsea saat menghadapi Watford. (REUTERS)

AKURAT.CO, Judul di atas sangat layak diajukan. Sebab, perjalanan tim asal kota London tersebut kian menunjukkan tanda-tanda kemerosotan bila dibandingkan musim lalu.

Di Liga Primer 2016-2017, Chelsea terlihat perkasa dengan mengakhiri musim di tempat teratas. Antonio Conte sebagai pelatih debutan kompetisi kasta teratas liga Negeri Ratu Elizabeth II, disanjung bak pahlawan.

The Blues - julukan Chelsea - menjadi jawara dengan mengumpulkan 93 poin, dan memiliki margin tujuh angka dari sang runner-up, Tottenham Hotspur.

Tapi lihat Chelsea kini. Di musim kedua Conte, klub milik Roman Abramovich tersebut berada di peringkat empat klasemen sementara dari 26 pekan. Raihan 50 poin, berselisih 19 angka dari sang pemuncak, Manchester City.

Lebih ironisnya lagi, dengan status juara bertahan, Gary Cahill dan kawan-kawan hanya meraih dua kemenangan dari lima pertandingan terakhir di semua kompetisi. Mereka takluk dari Arsenal (1-2), AFC Bournemouth (0-3) dan Watford (1-4)

Situasi berbeda 180 derajat dari dua musim ini sebenarnya bukan pertama kali terjadi. Chelsea dikenal tim yang memiliki banyak pelatih "berumur pendek"

Satu-satunya pelatih yang memiliki masa kerja paling lama di Chelsea selama rezim Abramovich berkuasa adalah Jose Mourinho. Saat menukangi Chelsea untuk pertama kalinya, dia bertahan selama tiga tahun, terhitung sejak 2 Juni 2004 hingga 19 September 2007.

Banyak gelar yang diraih Mourinho di era pertamanya ini. Tiga gelar juara domestik, 1 Piala FA, tiga Piala Liga Inggris dan satu trofi Community Shield, menjadi persembahannya untuk The Blues.

Ada Apa dengan Chelsea - Foto 1

Jose Mourinho harus terdepak dua kali dari kursi kepelatihan Chelsea. (Foto: REUTERS/Paul Childs).

Pada 20 September 2007, Mourinho tiba-tiba memutuskan untuk meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Chelsea melalui "kesepakatan bersama" setelah bertemu dengan para petinggi klub.

Dengan hengkangnya Jose dari Chelsea, maka Liga Primer Inggris kehilangan "The Special One" yang terkenal dengan komentar-komentarnya yang selalu menjadi sorotan pers dan para pelatih lainnya.

Setelah Mourinho, Chelsea seperti tak lagi menemukan kata "cocok" untuk pelatih berikutnya, termasuk untuk posisi pelatih interim. Sang pemilik seolah memilik tolok ukur bahwa tidak ada gelar, berarti tidak ada ampun dan terkesan segala sesuatunya ingin didapat secara instan.

Pasca hengkangnya Mourinho, dalam satu dekade terakhir, sudah ada 12 orang secara bergantian menduduki kursi kepelatihan di Stamford Bridge, termasuk era kedua Mourinho dan Conte hingga kini.

Bisa terlihat jelas bagaimana para pelatih silih berganti datang dengan waktu yang relatif singkat. Pelatih tersukses dalam waktu singkat ini adalah Carlo Ancelotti, bila dihitung berdasarkan jumlah trofi.

Don Carlo menjabat sejak 1 Juli 2009 hingga 22 Mei 2011. Dia meraih tiga trofi, yakni juara Liga Primer, Piala FA, dan Community Shield. 

Tapi, jika melihat gengsi, Roberto Di Matteo menjadi yang tersohor. Selama masa baktinya sejak 4 Maret 2012 hingga 21 November 2012, pelatih asal Italia itu sukses merengkuh trofi Liga Champions dan Piala FA.

Situasi ini berbanding terbalik dari musim sebelumnya sebagaimana yang dialami Conte saat ini juga pernah dialami sebelum oleh Jose Mourinho. Mou terdepak di era keduanya bersama Chelsea.

Di musim 2014-2015, Chelsea meraih gelar juara Liga Primer. Mourinho membawa skuatnya finis di urutan pertama dengan raihan 87 poin. 

Tapi lihat yang terjadi musim berikutnya, Chelsea anjlok. Sang juara bertahan mengakhiri musim di urutan kesepuluh dengan mengumpulkan 47 poin. Sedangkan singgasana klasemen menjadi milik Leicester City, sang kuda hitam musim itu. Pada 17 Desember, Mourinho dipecat.

Ada Apa dengan Chelsea - Foto 3

Sejak memimpin Chelsea pada 2003, Roman Abramovich telah melakukan 12 kali pergantian pelatih. (Foto: EXTRA.IE).

Apa yang salah dengan Chelsea?

Sejauh ini, tuduhan yang umum terhadap Chelsea adalah sejarah kejayaan mereka yang dibangun dengan uang. Pelatih datang dan pergi karena uang membuat gelar menjadi tujuan.

Bagi Chelsea kini, kesinambungan adalah yang dibutuhkan. Benar bahwa mereka selalu difavoritkan menjadi juara Liga Primer setiap musim. Namun, pengalaman jatuh-bangun berulang-ulang dalam beberapa musim terakhir sudah selayaknya diperiksa.

Dan saat ini, sepertinya sifat "tidak sabaran" Abramovich segera muncul dan hanya tinggal menunggu waktu bagi manajemen Chelsea untuk mendepak Conte. Beberapa nama sudah dikaitkan untuk menjadi pengganti, sebut saja Luis Enrique, Carlo Ancelotti dan Claudio Ranieri.

Kesempatan terakhir Conte akan ditentukan dalam kandang kontra West Bromwich Albion pada Senin (12/2) atau Selasa dini hari WIB. Hanya kemenangan yang akan membuat Abramovich masih mempertahankan mantan Pelatih Tim Nasional Italia itu.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu