News

Ada Agenda Terselubung Hancurkan Kretek Indonesia

Lalu, benarkah tembakau yang dikategorikan sebagai zat adiktif yang membahayakan kesehatan, selama ini menjadi faktor determinan yang merugikan kesehatan?


Ada Agenda Terselubung Hancurkan Kretek Indonesia
Seminar 'Konspirasi Global Penghancuran Kretek Indonesia'. (AKURAT.CO - HMJ HTN UIN SUKA)

AKURAT.CO, Ada agenda yang menginfiltrasi secara halus agar gerakan anti rokok bisa masuk ke dalam berbagai instrumen peraturan, dengan target melarang dan membunuh industri rokok nasional. Terdapat kepentingan asing yang mengintervensi politik legislasi di negeri ini. 

Hal ini tak sesuai dengan asas tujuan yang jelas dari 'law making'. Tujuan pembentukan UU Kesehatan jika dibaca dari konsiderannya salah satunya untuk mewujudkan rakyat yang sehat dan sejahtera sesuai dengan cita-cita dan tujuan nasional. Lalu, benarkah tembakau yang dikategorikan sebagai zat adiktif yang membahayakan kesehatan, selama ini menjadi faktor determinan yang merugikan kesehatan?

Terlalu simplifikatif, jika tembakau atau produk kretek sebagai industri nasional yang telah menyejarah dituding, disalahkan sebagai penyebab tidak sehatnya masyarakat. Ada fakta lain yang dalam konteks ini diabaikan; bahwa produk kretek yang diolah oleh industri lokal dengan bahan baku tembakau dan cengkeh hasil petani lokal dengan berbagai macam campuran, justru tidak berdampak pada kesehatan pengonsumsinya. 

Bahkan, dalam catatan sejarah, H. Djamhari dari Kudus yang ditahbiskan menjadi penemu kretek, memberikan kesaksian lain. Ketika ia sakit sesak dada, kemudian mengonsumsi kretek olahannya, maka sembuhlah sakitnya.

Artinya, dalam pembentukan regulasi, harus mengakomodasi temuan atau riset dan berbagai pandangan publik. Tidak bisa serta merta mengabaikan fakta-fakta kesehatan yang empiris dialami oleh masyarakat lokal Tanah Air. Fatal jika kebenaran yang dipakai adalah dari hasil riset ilmuwan dan dokter Barat semata, yang memiliki sudut pandang lain. 

Benar bahwa kebenaran ilmu pengetahuan itu sifatnya universal. Tetapi tidak bisa memandang sebelah mata nilai-nilai kearifan lokal yang masih hidup harmonis di masyarakat. 

Fakta tentang kesehatan tidak bisa berdiri sendiri pada satu sudut pandang, tetapi harus harmonis dengan fakta-fakta sosial budaya dan fakta perekonomian yang melingkupi persoalan rokok. Maka dalam proses legislasi yang baik menurut Ann Seidman dan Robert Seidman, salah satu aspek pentingnya adalah riset. Riset tentang pendapat publik, termasuk biaya penerapan dan kemungkinan dampak penerapannya dan antisipasi kesiapan di lapangan.

Dalam konteks UU Kesehatan, riset yang harus menjadi aspek penting keseluruhan proses legislasi sudah tidak berdiri secara objektif. Seolah-olah hanya medis Barat yang menjadi ”kitab” rujukan dalam standar kesehatan. 

Padahal selama ini medis Baratlah yang menyebabkan negara ini tersesat dalam menyehatkan rakyatnya. Berkat propaganda ilmuwan medis Barat yang menjajah kemerdekaan pribumi, akhirnya ketergantungan terhadap industri farmasi asing tidak bisa dibendung.