Rahmah

Ada-Ada Saja, Abu Nawas Punya Trik Tersendiri Berdoa Minta Jodoh kepada Tuhan, Endingnya Bikin Haru!

Sama seperti pemuda lainnya, saat masih bujangan, Abu Nawas juga ingin segera mendapat jodoh kemudian menikah dan memiliki sebuah keluarga yang harmonis.


Ada-Ada Saja, Abu Nawas Punya Trik Tersendiri Berdoa Minta Jodoh kepada Tuhan, Endingnya Bikin Haru!
Ilustrasi Abu Nawas (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Sepandai apapun seorang Abu Nawas dalam mengolah kata, sehebat apapun kecerdasan Abu Nawas dalam menyelesaikan masalah, ia tetaplah manusia biasa. Seperti kebanyakan pemuda lainnya, saat masih bujangan, ia juga ingin segera mendapatkan jodoh kemudian menikah dan memiliki sebuah keluarga yang harmonis.

Hingga pada suatu hari, Abu Nawas ternyata sedang dilanda asmara. Ia sangat tergila-gila pada seorang wanita. Sehari-hari, ia selalu memikirkan wanita tersebut. Diketahui wanita itu sangat cantik, pintar dan tergolong sebagai wanita yang ahli ibadah. 

Abu Nawas memiliki niat untuk mempersunting wanita salihah itu. Perihal cintanya yang begitu membara, ia pun berdoa kepada Allah SWT dengan khusyuk.

"Ya Allah, jika memang gadis itu baik untuk saya, dekatkanlah kepadaku. Tetapi jika memang tidak baik untukku, tolong Ya Allah, sekali lagi tolong... pertimbangkan lagi ya Allah," ucap Abu Nawas dengan menyebut nama gadis itu dan terkesan memaksa kehendak Allah SWT.

Abu Nawas memanjatkan doa tersebut setiap selesai salat lima waktu. Selama berbulan-bulan ia menunggu tanda-tanda dikabulkan doanya. Berjalan lebih 3 bulan, Abu Nawas merasa doanya tak dikabulkan Allah SWT. Abu Nawas segera mengintrospeksi dirinya.

"Mungkin Allah tidak mengabulkan doaku karena aku kurang pasrah atas pilihan jodohku," sebutnya dalam hati. 

Merasa belum menyerah, Abu Nawas pun kemudian bermunajat lagi. Namun kali ini ia merubah doa itu dengan tidak dilabeli nama si wanita tersebut. Ditambah lagi, ia berani 'memaksa' kepada Allah SWT seperti doa sebelumnya. 

"Ya Allah berikanlah istri yang terbaik untukku," begitu kira-kira bunyi doa Abu Nawas kali ini.

Sudah berbulan-bulan ia terus memohon kepada Allah SWT, namun Allah SWT tak juga mendekatkan Abu Nawas dengan gadis pujaannya tersebut. Bahkan Allah SWT juga tidak mempertemukan Abu Nawas dengan wanita yang diminta sebagai istrinya itu.

Kali ini Abu Nawas sedikit frustasi. Tampaknya, ia sudah mulai khawatir. Khawatir menjadi bujangan tua yang lapuk dimakan usia. 

Kecerdasan Abu Nawas kali ini benar-benar diuji. Ia segara memutar otaknya agar dapat menemukan cara berdoa dan bisa segera terkabul. Hasilnya, kali ini, ia pun merasa perlu sedikit 'diplomatis' dengan Allah. 

Sehingga, untuk yang kesekian kalinya, ia merubah doanya. 

"Ya Allah, kali ini, aku tidak meminta lagi untuk diriku. Aku hanya minta wanita sebagai menantu ibuku yang sudah tua dan aku sangat mencintainya, Ya Allah. Sekali lagi bukan untukku Ya Allah. Maka, berikanlah ibuku menantu," kurang lebih, begitu doa Abu Nawas kali ini.

Memang ada-ada saja Abu Nawas ini. Berdoa saja sampai bawa-bawa nama ibunya. Padahal permintaannya itu tetap saja untuk dirinya. Kita tahu, Allah Maha Tahu, dan tidak perlu dipolitisir segala permintaan kita.

Namun barangkali karena keikhlasan dan 'keluguan' waliyullah Abu Nawas ini, Allah pun menjawab doanya. Akhirnya Allah SWT menakdirkan seorang wanita cantik dan salihah itu menjadi istri Abu Nawas. Abu Nawas bersyukur sekali bisa mempersunting gadis pujaannya. Hingga kemudian keluarganya pun berjalan mawaddah warahmah sesuai dengan apa yang ia harapkan. []