News

Ada 40 Perguruan Tinggi di Sleman, Bupati Minta 300 Ribu Dosis Vaksin Tambahan untuk Mahasiswa Luar Daerah

Pemkab Sleman akan mempermudah persyaratan penerimaan vaksin.


Ada 40 Perguruan Tinggi di Sleman, Bupati Minta 300 Ribu Dosis Vaksin Tambahan untuk Mahasiswa Luar Daerah
Ilustrasi vaksin Covid-19 (Press Association via BBC)

AKURAT.CO, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo meminta tambahan 300 ribu dosis vaksin Covid-19 ke pemerintah pusat untuk disuntikan kepada mahasiswa luar daerah yang berkuliah di Bumi Sembada.

Kustini berujar, mahasiswa luar daerah diperkirakan akan segera memasuki Sleman seiring dengan akan dimulainya pembelajaran tatap muka yang sudah direncanakan perguruan tinggi Oktober ini.

Vaksin ini, menurutnya sebagai perlindungan selama mereka berinteraksi dalam kuliah tatap muka. Sekaligus demi mempercepat pembentukan kekebalan komunal di lingkungan civitas akademika.

"Kemarin melalui rapat koordinasi dengan pemerintah pusat, kami melalui bapak Gubernur meminta tambahan dosis vaksin sekitar 300 ribuan," kata Kustini belum lama ini.

Kustini menyebut jumlah 300 ribu dosis vaksin itu hanya berdasar angka perkiraan jumlah mahasiswa luar daerah yang mengenyam pendidikan di Kabupaten Sleman. Dia menjabarkan, di wilayahnya sendiri terdapat lebih dari 40 perguruan tinggi mulai dari akademik, politeknik, sekolah tinggi, institut dan universitas.

"Kita (pemerintah) sangat hati-hati dalam membuka kuliah tatap muka. Pak Gubernur (Gubernur DIY, Sri Sultan HB X) juga sudah menyampaikan minimal 80 persen sudah divaksin. Tentu ini harus kita kejar," paparnya.

Demi mencapai target vaksinasi, Pemkab Sleman akan mempermudah persyaratan penerimaan vaksin. Di mana calon penerima vaksin tak cuma menyasar Nomor Induk Kependudukan (NIK) Sleman, kemudian target penerimanya diperluas termasuk untuk kalangan pelajar dan mahasiswa.

Pemkab Sleman, kata Kustini, turut menggandeng perguruan tinggi dalam melakukan pendataan nama dan jumlah mahasiswa. Data ini masih akan disaring kembali sehingga vaksinasi hanya diberikan kepada mereka yang belum mendapatkan suntikan dosis vaksin Covid-19.

"Nanti pihak kampus akan menyisir. Berapa jumlah mahasiswa yang belum vaksin. Semoga rencana pada pertengahan atau akhir bulan ini bisa mulai tatap muka," tutupnya. []