Ekonomi

Ada 2 Karakter Berbeda dalam Mengelola Keuangan, Kamu yang Mana?

Tiap orang memiliki karakter dalam mengelola keuangan yang berbeda.


Ada 2 Karakter Berbeda dalam Mengelola Keuangan, Kamu yang Mana?
karakter dalam mengelola keuangan dapat membantu menyusun anggaran bulanan dengan baik. (Pixabay)

AKURAT.CO Tiap orang memiliki karakter dalam mengelola keuangan yang berbeda. Enggak jarang untuk menggapai keuangan yang sukses maka harus melakukan terapi keuangan dalam mengelola keuangan.

Kesehatan keuangan perlu dijaga, jangan sampai ketika keadaan sedang genting kamu tidak memiliki biaya untuk menutupinya. Ketersediaan dana darurat begitu penting untuk tetap menjaga keuangan stabil dan dapat menenangkan hidup.

Sejatinya disiplin keuangan itu memang perlu diterapkan oleh setiap insan kan. Apalagi untuk menghadapi hingga menjamin keuangan di masa depan. Perlu banget tuh untuk tetap kamu pikirkan, meski usiamu masih remaja sekalipun.

Buat insan yang biasa boros, mengelola keuangan dan menjaganya secara ketat memang menjadi sebuah tantangan. Tapi kebiasaan itu semua bisa diubah kok, asalkan kamu mau bertekad kuat untuk komitmen menjaga keuanganmu dengan seksama.

Karena enggak bisa dipungkiri menabung untuk masa depan bisa membantu kamu untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan kamu.

Diantaranya masa pensiun yang tenang, uang muka pembelian rumah atau mobil, membeli gadget baru. Dan yang paling penting adalah ketika kamu bisa mendapatkan apa yang kamu mau tanpa terjerat utang.

Namun jika kamu seperti kebanyakan orang lainnya, ogah menyisihkan uang sebanyak atau seteratur yang kamu inginkan dan semestinya. Terlebih kamu enggak menyisihkan uang sama sekali. Maka nanti kamu akan merasakan akibatnya.

Enggak jarang kebanyakan orang masih hidup dengan besar pasak daripada tiang membelanjakan uang lebih dari pendapatannya. Tingginya biaya BBM, keperluan rumah tangga dan harga bahan pokok membuat masyarakat makin sulit untuk menyisihkan uang.

Akan tetapi, kamu tidak boleh menyerah gitu aja. Apalagi menyangkut soal kesejahteraan keuangan harus dilakukan sejak dini, enggak bisa menunggu besok, maupun akhir tahun.

Melansir dari laman Instagram @bankbahtera katanya terdapat dua karakter dalam mengelola keuangan. Dari kedua karakter ini, kira-kira kamu termasuk yang mana?

Spender

Karakter ini suka mengeluarkan uang untuk berbelanja atau untuk memenuhi kesenangan sesaat tanpa perhitungan yang matang. Artinya, ketika mereka punya uang maka mereka akan menghabiskannya dalam waktu yang relatif singkat.

Makanya mengelola keuangan bagi si karakter Spender biasanya sih agak susah. Karena memang nampaknya mereka cenderung memiliki sifat yang boros.

Padahal kan seharusnya mengelola keuangan untuk masa depan itu penting dan perlu dilakukan oleh setiap orang. Karena dalam agama pun, sifat boros itu merupakan sifat yang tercela.

Mengingat sifat boros biasanya juga hanya menuruti nafsu untuk mengeluarkan atau berfoya-foya dengan uang, tanpa berpikir ke depannya. Semena-mena sama keuanganmu sama aja kamu semena-mena sama masa depanmu sendiri.

Uang memang bukan segalanya, tapi enggak bisa dipungkiri segalanya tetap membutuhkan uang. Jadi kamu alangkah lebih bijaknya dapat mengelola keuangan secara baik, biar nanti enggak merasa ketar-ketir nan khawatir menghadapi masa tua kamu.

Saver

Berbanding terbalik dengan karakter Spender. Karakter Saver ini justru sangat hati-hati dalam pengeluarannya dan terencana.

Semakin bisa hemat, semakin banyak uang yang akan dialokasikan untuk ditabung atau digunakan sebagai investasi untuk bekal di masa depan.

Karakter yang seperti ini nih, yang mau harus dicontoh. Tapi perlu diingat ya, karakter antara hemat dan pelit secara kasat mata emang beda tipis sih.

Kendati demikian, jika dicermati secara mendalam sebenarnya hemat dan pelit itu punya perbedaan yang sangat signifikan lho.

Orang hemat tidak anti kegiatan sosial, tapi kalau orang pelit justru kebalikannya dia anti banget sama kegiatan sosial alias tidak ingin bersosialisasi dengan orang sekitar.

Saking takut dan terlalu protektif biasanya orang pelit emang ogah juga bertemu atau bercengkraman dengan banyak orang. Karena bagi mereka bertemu dengan banyak orang itu juga bisa mengancam keuangan mereka.

Selain itu, orang hemat mau mengeluarkan uang demi kepentingan pribadinya, sedangkan orang pelit tidak mau mengeluarkan uang sepeserpun walaupun untuk kepentingan pribadinya sekalipun.

Jadi kesimpulannya nih, segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik. Sehingga antara karakter Spender dan Saver dalam mengelola keuangan tetap harus dilakukan porsinya secara bijak.[]