News

Ace Hasan Syadzily: Polemik Logo Halal Semestinya Sudah Selesai

Ace mendorong Kemenag menyosialisasikan secara masif tentang logo halal yang baru ditetapkan BPJPH.

Ace Hasan Syadzily: Polemik Logo Halal Semestinya Sudah Selesai
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily menemui awak media, di Gedung DPR,Senayan,Jakarta, pada Rabu (16/3/2022) (AKURAT.CO/PETRUS C. VIANNEY)

AKURAT.CO, Wakil Ketua Komisi VIII Ace Hasan Syadzily tidak mempermasalahkan logo baru halal yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama.

"Nah soal logo yang dimiliki BPJPH yang telah disusun oleh BPJPH, saya kira tentu yang terpenting adalah masyarakat tahu bahwa logo itu adalah mengandung makna halal, " kata Ace, Rabu (16/3/2022).

Politikus Golkar itu setidaknya sedikit memahami tentang jenis huruf Arab dalam desain logo halal yang baru. Ace menegaskan bahwa hal tersebut seharusnya menjadi edukasi bagi masyarakat tentang makna halal dari logo itu sendiri.

baca juga:

"Bagi saya yang memang sedikit tahu tentang jenis jenis huruf Arab, saya melihat bahwa logo tersebut sudah mengandung makna halal. Walaupun harusnya dijelaskan bahwa itu memang huruf khufi, jenis huruf khufi, " ucap Ace.

"Tinggal sekarang kan masyarakat harusnya diberikan edukasi bahwa itu adalah halal. Walaupun sebetulnya disitu sudah tertulis halal, " lanjutnya.

Menurutnya, polemik tentang logo semestinya telah selesai. Sebab Kemenag dan BPJPH tinggal mensosialisasikan kepada masyarakat mengenai logo halal.

"Buat saya polemik tentang logo halal seharusnya clear karena substansi dari logo tersebut mengandung kata halal dan saya kira Kementerian Agama dan BPJPH seharusnya bisa mensosialisasikan kepada masyarakat tentang logo halal, " tutupnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bukhori Yusuf mengatakan bahwa makna logo baru yang ditetapkan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJJPH) Kementerian Agama kurang dipahami masyarakat. Oleh karena itu, dia mendorong agar BPJJPH menyosialisasikan makna logo baru halal tersebut.

"Fungsi terhadap logo itu adalah menyederhanakan yang rumit sehingga orang membaca dalam waktu satu detik (sampai) tiga detik paham itu halal," ujar Bukhori sebagaimana dikutip Akurat.co dari tayangan Kompas TV, Rabu (16//3/2022).

Sebelumnya, Anggota DPD RI asal Aceh, Fadhil Rahmi juga meminta lembaga terkait untuk meninjau ulang pemakaian logo baru halal di Indonesia. Hal ini disampaikan Syech Fadhil dalam sidang paripurna DPD RI yang berlangsung, Selasa (15/3/2022) 

“Kita meminta logo baru halal yang dihasilkan berdasarkan surat keputusan BPJPH ditinjau ulang. Kita meminta BPJPH  untuk meninjau surat keputusan BPJPH nomor 40/2022 tentang penetapan label halal,” kata Syech Fadhil. 

"Kalau bisa ditinjau ulang. Minimal diberi penjelasan kepada public agar polemic soal logo baru halal tak berkepanjangan,” imbuhnya. []