Lifestyle

Acara Tolak Bala Ini Tidak Biasa


Acara Tolak Bala Ini Tidak Biasa
Seorang pengawal kerajaan suku Toraja mengikuti puncak upacara adat Tolak Bala Nusantara di Kawasan Benteng Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/2). Puncak upacara ini diikuti oleh sejumlah keluarga kerajaan se-Nusantara, dan tokoh agama ()

AKURAT.CO, Ribuan warga dan wisatawan tampak antsusias melihat puncak upacara adat Tolak Bala Nusantara di Kawasan Benteng Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan yang berlangsung Minggu (19/2) kemarin. Ini merupakan upacara yang menggambarkan sebuah tradisi yang dilakukan Suku Bugis Kuno di masa lalu, yaitu sebelum masuknya Agama Islam ke daerah tersebut.

Sejumlah pendeta agama Bugis kuno pra-Islam atau dikenal dengan nama Bissu tampak menjadi aktor utama dalam upacara ini. Bissu berjalan bersama pengawal dan keluarga kerajaan se-Nusantara mengikuti puncak upacara adat Tolak Bala Nusantara. Puncak upacara adat ini juga diikuti oleh sejumlah keluarga kerajaan se-Nusantara, dan tokoh agama tersebut guna membersihkan diri agar terhindar dari bahaya dan bencana serta untuk melestarikan budaya Bugis Makassar.

Para peserta yang mengikuti acara menggunakan busana masa silam. Sang pendeta, Bissu menggunakan pakaian seperti sorban dengan sejumlah perhiasan di kepala. Berbagai hiasan lain melekat di pakaiannya. Ia membawa sejumlah perangkat upacara disertai pengawal yang membawa kemenyan dan perangkat lainnya.


Peran Bissu di awal pembentukan masyarakat Bugis memang sangatlah kuat. Keberadaan Bissu dalam sejarah manusia Bugis dianggap sezaman dengan kelahiran suku Bugis itu sendiri. Dalam sebuah cerita disebutkan, ketika Batara Guru sebagai cikal bakal manusia Bugis dalam sureâ??La Galigo, turun ke bumi dari dunia atas (botinglangik) dan bertemu dengan permaisurinya We Nyili Timo yang berasal dari dunia bawah (borikliung), bersamaan dengan itu turun pula seorang Bissu pertama bernama Lae-lae sebagai penyempurna kehadiran leluhur orang Bugis tersebut.

Unsur lainnya yang tak bisa dilepas dari upacara ini adalah para pengawal. Seperti seorang pengawal kerajaan suku Toraja yang menghiasai kepala mereka dengan busana seperti tanduk. Tidak sekedar tanduk, namun sejumlah hiasan lainnya yang menujukkan bahwa ia adalah pengawal dari masa lalu.

Berbagai bendera atau atribut kerajaan masa lalu pun dibawa oleh peserta sehingga menambah semarak upacara.[]

Akurat.co

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me: