Rahmah

Kisah Lucu; Saat Abu Nawas Menipu Maling dengan Santuy

Kisah Lucu; Saat Abu Nawas Menipu Maling dengan Santuy
Ilustrasi Abu Nawas dan kawan-kawannya (pinterest.com)

AKURAT.CO Abu Nawas merupakan tokoh jenaka yang dikenal sebagai anak kebanggaan raja di zaman kekhalifahan Harun Ar-Rasyid. Ia dikenal cerdik dan penuh akal. Ia pun pernah menipu maling yang akan mencuri di tempat tinggalnya.

Saking cerdasnya Abu Nawas, ia bisa mengelabuhi dan menjaili maling yang akan mencuri barang berharga miliknya. Anehnya, tipuannya itu tidak membuat siapapun dirugikan.

Abu Nawas dikenal memiliki sebuah kebun dan ladang yang luas. Meski begitu, tak membuat kehidupan Abu Nawas menjadi mewah. Ia tetap menjalani kehidupan dengan cara yang sederhana. Tak pernah memperlihatkan kekayaannya harta dan juga tanahnya yang luas. Ia justru memanfaatkannya dengan membantu orang-orang miskin di sekitarnya.

baca juga:

Kesederhanaan Abu Nawas juga terlihat dari sebuah rumah yang dimiliki bersama keluarganya. Di rumah tersebut, tidak ada barang-barang berharga atau mewah yang terpampang jelas di rumahnya, seperti yang dimiliki para saudagar dan tuan tanah pada umumnya.

Kendati demikian, tak membuat rumah Abu Nawas menjadi aman dari pencurian. Hal ini terjadi pada suatu saat, ada seorang pencuri yang diam-diam masuk melalui jendela belakang rumahnya. Abu Nawas yang kala itu kebetulan berada di rumah, terlihat sangat kaget, segera saja ia bersembunyi secara diam-diam agar sang maling tidak mengetahuinya.

Abu Nawas terus mengawasi pencuri tersebut yang sudah mulai memasuki ruang tengah rumahnya. Tanpa menunggu lama, si pencuri itu langsung beraksi dan mencari-cari barang berharga di rumah Abu Nawas. Pencuri itu mengaduk-aduk semua isi rumah Abu Nawas dan mulai mencari-cari disegala sudut ruangan.

Melihat pencuri itu mengobrak-abrik setiap ruangannya, membuat hati Abu Nawas pun semakin risau. Akan tetapi bukannya menyergap atau berteriak minta tolong, Abu Nawas justru pergi bersembunyi di dalam sebuah peti di ruangan lainnya.

Tak lama kemudian, sampailah si pencuri itu di ruangan tempat Abu Nawas bersembunyi di dalam peti. Si pencuri kemudian tertarik melihat ada sebuah peti yang lumayan besar diruangan tersebut. Ia berpikir peti itu merupakan tempat bagi keluarga Abu Abu Nawas sebagai menyimpan harta benda berharga mereka.

Merasa sangat semangat, ia kemudian segera menghampiri peti tersebut. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati isi peti tersebut adalah si Abu Nawas sang pemilik rumah. Pencuri itu lantas bertanya,

"Hei...apa yang kau lakukan di dalam situ?" tanya si pencuri.

"Aku bersembunyi darimu," jawab Abu Nawas dengan malu.

"Memangnya kenapa?" pencuri itu bertanya lagi.

"Aku malu kepadamu, karena aku tidak punya apapun yang dapat kuberikan kepadamu. Itulah alasan kenapa aku bersembunyi di dalam kotak ini," jawab Abu Nawas lagi.

Mendengar jawaban Abu Nawas, si pencuri pun langsung pergi meninggalkan rumah Abu Nawas begitu saja dengan tangan kosong, ia sangat kecewa dan heran, kenapa si Abu Nawas yang sering diberi hadiah oleh raja dan juga memiliki kebun dan ladang yang luas ini tidak memiliki barang berharga di rumahnya.

Pencuri itu akhirnya menyadari jika Abu Nawas benar-benar orang yang sangat sederhana kehidupannya, dan suka membantu orang lain yang membutuhkan oleh sebab itulah ia tidak menumpuk-numpukan dan memamerkan hartanya.[]