Rahmah

Abu Nawas Menang Sayembara Gegara Jawaban Sederhana Ini, Kisahnya Bikin Ngakak

Dalam sayembara itu, Baginda Raja membuat peraturan di mana bagi peserta yang berhasil, akan mendapat hadiah yang sangat besar.


Abu Nawas Menang Sayembara Gegara Jawaban Sederhana Ini, Kisahnya Bikin Ngakak
Ilustrasi Abu Nawas (Istimewa)

AKURAT.CO  Pada suatu hari, Baginda Raja Harun Ar-Rasyid mengadakan sebuah sayembara kepada seluruh rakyatnya. Dalam sayembara itu, Baginda Raja membuat peraturan di mana bagi peserta yang berhasil, akan mendapat hadiah yang sangat besar, namun jika gagal, ia akan mendapatkan hukuman.

Tetapi, masyarakat nampaknya harus berpikir ulang untuk mengikuti sayembara tersebut. Kendati hadiah yang dijanjikan sangat besar, namun mereka juga takut dengan hukuman yang akan menanti mereka. 

Singkatnya, hanya tersisa empat orang yang berani mengikuti sayembara tersebut. Dan salah satunya adalah si cerdik Abu Nawas.

Sebelum sayembara itu dimulai, panitia terlebih dahulu menjelaskan mekanisme acara. Pertama, peserta harus mampu menjawab pertanyaan Baginda. Kedua, perserta juga harus mampu menjawab sanggahan yang diberikan Baginda Raja.

Waktu yang ditunggu-tunggu pun tiba. Kemudian peserta pertama maju dan Baginda langsung bertanya,

"Wahai Tuan, mana yang lebih dulu ada, ayam atau telur?”.

“Telur, Paduka yang mulia” jawab peserta sangat yakin.

“Apa alasannya?” tanya Baginda kembali.

“Ayam berasal dari telur, jadi tidak mungkin ayam duluan, Paduka yang mulia,” kata peserta pertama.

“Kalau seperti itu, lalu siapa yang mengerami telur?" Baginda mulai menyanggah.

Tiba-tiba saja peserta pertama itu terdiam sambil menundukkan kepalanya. Dan tanpa membuang-buang waktu, peserta pertama langsung dijebloskan ke penjara.

Baginda Raja memberi aba-aba menunjuk peserta kedua. Sepertinya ia maju dengan raut wajah yang mulai ketakutan setelah melihat peserta pertama gagal. Baginda Raja kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama. Begitu juga dengan peserta kedua yang memberikan jawaban.

“Wahai Paduka yang mulia, sebenarnya ayam dan telur itu tercipta bersama-sama,” kata peserta kedua.

“Apa alasanmu?,” tanya Baginda lagi.

“Jadi begini Tuanku, jika telur lebih dulu tidak mungkin, karena tidak ada yang mengerami. Jika ayam lebih dulu juga tidak mungkin karena ayam berasal dari telur,” kata peserta kedua.

Dengan demikian, Baginda mulai menyanggah.

“Bukankah ayam betina bisa bertelur tanpa ayam jantan?”.

Setelah sanggahan dari Baginda, Peserta kedua mulai terpojok dan tidak bisa memberikan jawaban atas sanggahan Baginda Raja. Seperti nasib peserta pertama, ia juga dijebloskan ke penjara.

Kali ini giliran peserta ketiga yang naik ke podium. Seperti peserta-peserta sebelumnya, ia menjawab.

"Mohon ampun Paduka yang mulia, sebenarnya ayam lebih dulu ada dari telur,”.

"Jadi yang pertama ada adalah ayam betina, karena ia bisa bertelur tanpa ayam jantan. Lalu ia mengerami dan menetaskan telurnya sehingga mengeluarkan ayam jantan. Kemudian setelah dewasa, ayam jantan itu mengawini induknya,” jelasnya dengan sangat yakin.

"Lantas bagaimana jika induknya telah mati duluan sebelum ayam jantan sempat mengawini induknya?” sanggah Baginda.

Seketika itu juga wajah peserta ketiga menjadi pucat. Dengan begitu, ia langsung dibawa ke penjara.

Sekarang, giliran peserta terkahir. Sebelum ia, menaiki panggung, para peserta sudah bersorak gembira. Karena peserta itu, tak lain dan tak bukan adalah Abu Nawas. Para penonton yakin jika Abu Nawas mampu memberikan jawaban yang tepat.

Seperti sebelumnya, Baginda mengajukan pertanyaan yang sama. Abu Nawas lalu menjawab.

“Yang lebih dulu ada adalah telur, setelah itu baru ayam Baginda,” kata Abu Nawas dengan santai.

“Coba jelaskan alasanmu?” tanya Baginda penasaran.

"Ayam bisa mengenal telur, tetapi sebaliknya telur tidak bisa mengenal ayam," kata Abu Nawas.

Jawaban Abu Nawas itu tampaknya hanya bisa membuat sang Raja termenung. Baginda ingin menyanggah Abu Nawas tetapi ia tidak memiliki alasan lagi, karena jawaban Abu Nawas cukup masuk akal. 

Dengan demikian, Abu Nawas keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan hadiah. []