Rahmah

Abu Nawas Beri Sindiran Halus Sang Hakim Kerajaan, Endingnya Bikin Telak

suatu ketika, ada seorang hakim kerajaan yang menguji kecerdasan Abu Nawas.


Abu Nawas Beri Sindiran Halus Sang Hakim Kerajaan, Endingnya Bikin Telak
Ilustrasi Abu Nawas (AKURAT.CO/Candra Nawa)

AKURAT.CO Dalam khazanah ke-Islaman, nama Abu Nawas begitu familiar di telinga umat Muslim. Tokoh sufi yang hidup pada zaman Khilafah Harun Ar-Rasyid ini dikenal lewat kisah-kisah cerdiknya yang dapat mengocok perut bagi setiap orang yang membacanya. 

Dikisahkan pada suatu ketika, ada seorang hakim kerajaan yang menguji kecerdasan Abu Nawas. Selain itu, kedatangan sang hakim juga karena ingin mengetahui apakah Abu Nawas termasuk orang yang baik atau tidak.

"Wahai Abu Nawas. Seandainya saja, setiap orang ingin mematuhi hukum dan etika.." tutur sang hakim itu.

baca juga:

"Memang benar. Bukan manusia yang harus mematuhi hukum, tetapi hukum juga  harus disesuaikan dengan kemanusiaan," sanggah Abu Nawas merasa tak terima.

"Ohh begitu ya. Tapi coba kita lihat cendekiawan seperti Anda. Andaikan Anda diberi sebuah pilihan antara kekayaan dan kebijaksanaan, mana yang akan dipilih?," tanya sang hakim itu menjebak.

"Iya sudah barang tentu aku  memilih kekayaan," jawab Abu Nawas penuh yakin.

"Sangat memalukan. Bagaimana mungkin seorang yang diyakini cendekiawan justru memilih kekayaan daripada kebijaksanaan?" ucap hakim itu dengan sinis.

"Kalau pilihan anda sendiri?" tanya balik Abu Nawas.

"Ya sudah jelas. Tentu saja aku memilih kebijaksanaan bukan kekayaan," jawab hakim itu penuh percaya diri.

"Sudah terlihat. Semua orang memilih untuk memperoleh apa yang belum dimilikinya," kata Abu Nawas menyindir secara halus.

Dengan terjawabnya pertanyaan tersebut, si hakim pun mengakui bahwa Abu Nawas adalah orang yang bijak dan pintar. Si hakim itu lalu pergi meninggalkan Abu Nawas.

Abu Nawas merupakan orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 Masehi di Ahwaz. Ketika memasuki masa remaja, Abu Nawas banyak belajar ilmu agama, bahasa Arab serta bersahabat dengan orang Badui padang pasir. 

Karena wawasannya yang luas serta ilmunya yang mempuni, Abu Nawas menjadi mahir berbahasa Arab dan adat banyak mengetahui tentang adat istiadat orang Arab. Bukan hanya itu, sosok Abu Nawas juga dikenal sebagai budayawan yang pandai bersyair dan bernyanyi. Wallahu A'lam Bishawab. []