Rahmah

Abu Nawas Beri Pelajaran Pengawal Kerajaan yang Semena-mena, Endingnya Telak Banget

Siang itu, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba beberapa pengawal kerajaan datang menghampiri Abu Nawas.


Abu Nawas Beri Pelajaran Pengawal Kerajaan yang Semena-mena, Endingnya Telak Banget
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Abu Nawas merupakan penyair yang pandai dalam merangkai kata-kata. Ia juga dikenal memiliki selera humor tinggi yang membuatnya sering dipanggil menghadap Baginda Raja Harun Ar-Rasyid.

Meskipun prilakunya sedikit nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang jujur. Tak heran bila Abu Nawas dikenal baik oleh kerabat serta tetangganya karena memiliki kepedulian yang tinggi.

Siang itu, tak ada hujan tak ada angin, tiba-tiba beberapa pengawal kerajaan datang menghampiri Abu Nawas yang sedang bersantai di beranda rumahnya. Sepertinya kedatangan mereka memang tidak diharapkan Abu Nawas.

Tanpa sebab yang jelas, mereka mengaku diperintahkan Baginda Raja untuk membuang hajat di tempat tidur Abu Nawas. Meski sangat kesal dan marah, tetapi Abu Nawas tidak dapat mengelak, sebab hal tersebut merupakan titah dari sang Raja.

"Jika memang itu perintah Baginda, maka laksanakan, itupun jika kalian merasa mampu melaksanakannya,” kata Abu Nawas kepada para pengawal kerajaan.

“Baiklah kalau begitu, tentu saja kami dapat melaksanakannya,” jawab salah seorang pengawal itu dengan enteng.

Hingga pada saat yang ditunggu-tunggu, para pengawal kerajaan segera menaiki tempat tidur Abu Nawas. Mereka bersiap melaksanakan rencana mereka. 

Akan tetapi, Abu Nawas justru meninggalkan kamarnya. Ia keluar untuk membawa sebuah tongkat pemukul.

Dan ketika mereka hendak melepaskan pakaian, tiba-tiba Abu Nawas muncul dan berkata.

"Ohh jadi kalian ke sini karena ingin melaksanakan perintah Baginda raj Raja?”.

“Ya benar sekali!!,” jawab pengawal kerajaan itu dengan serentak.

“Kalau begitu, aku akan mengawasi kalian,” tegas Abu Nawas.

"Jadi Baginda Raja hanya memerintahkan kalian untuk buang hajat di tempat tidurku saja kan, akan tetapi tidak mengatakan kalian harus kencing juga. Oleh sebab itu, jika kalian kencing aku akan memukul pantat kalian dan akan melaporkan kepada Baginda bahwa kalian tidak dapat menjalankan perintah," kata Abu Nawas sambil memegang tongkat kayu tersebut.

Setelah mendengar perkataan Abu Nawas itu, mereka menjadi ragu dan saling memandang satu sama lain. Tampaknya mereka terlihat sangat kebingungan. 

"Kalau begitu, kami tidak akan sanggup menjalankan perintah Baginda Raja," kata salah seorang pengawal kerajaan dengan muka yang gugup. []