Rahmah

Abu Nawas Beri Hadiah untuk Penjaga Gerbang, Endingnya tapi Bikin Nyesek

Suatu hari, Abu Nawas mendapatkan hukuman dari Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Ia dijerat dengan kasus penghinaan terhadap Raja.


Abu Nawas Beri Hadiah untuk Penjaga Gerbang, Endingnya tapi Bikin Nyesek
Ilustrasi Abu Nawas (pinterest.com)

AKURAT.CO  Siapa yang tak mengenal Abu Nawas, sosok penyair cerdik yang dikenal memiliki selera humor tinggi ini begitu masyhur di kalangan umat Islam.  Meskipun tingkahnya yang nyeleneh, tetapi Abu Nawas merupakan seorang yang cerdas.

Dilansir dari NU Online, alkisah, Abu Nawas mendapatkan hukuman dari Baginda Raja Harun Ar-Rasyid. Ia dijerat dengan kasus penghinaan terhadap Raja. Oleh sebab itu, ia ‘ditaboki’ tentara kerajaan yang memiliki tubuh kekar.

Setelah dirinya dihukum, Abu Nawas lalu disuruh keluar istana. Namun sesampainya di pintu gerbang kota, ia dicegat oleh beberapa penjaga gerbang.

baca juga:

"Wahai Abu Nawas! Tempo hari ketika engkau hendak masuk ke kota ini kita telah mengadakan perjanjian. Masak kau lupa pada janjimu itu?” cerocos si penjaga itu seenaknya.

Mengingat perasaannya yang sedang karut-marut itu, Abu Nawas hanya diam membisu. Masalahnya, ia khawatir emosinya meledak jika langsung menanggapi si penjaga itu.

“Kok engkau diam saja? Kita kan sudah sepakat, jika engkau diberi hadiah oleh Baginda Raja, maka hadiah itu dibagi dua; engkau satu bagian dan aku satu bagian. Nah, sekarang mana bagianku itu?" tanya si penjaga gerbang.

Tak ingin lama dipermalukan, Abu Nawas kali ini angkat bicara.

"Wahai penjaga pintu gerbang, apakah engkau benar-benar menginginkan hadiah Baginda yang diberikan kepadaku tadi?" kata Abu Nawas balik tanya.

"Tentu saja. Kan itu sudah perjanjian kita,” kata penjaga penuh semangat.

"Baiklah kalau begitu, aku berikan semuanya, bukan hanya satu bagian," tutur Abu Nawas.

"Wah ternyata engkau baik hati, Abu Nawas. Memang harusnya begitu, engkau kan sudah sering menerima hadiah dari Baginda Raja," ucap si penjaga.

Tanpa banyak bicara, Abu Nawas langsung ‘menaboki’ si penjaga gerbang itu berkali-kali. Karena memang itulah hadiah yang baru saja didapat olehnya dari Baginda Raja Harun Ar-Rasyid barusan. 

Perlu diketahui, Abu Nawas merupakan orang Persia yang dilahirkan pada tahun 750 Masehi di Ahwaz. Ketika memasuki masa remaja, Abu Nawas banyak belajar ilmu agama, bahasa Arab serta bersahabat dengan orang Badui padang pasir. []