Rahmah

Abu Hurairah dan Kisah Wanita yang Sedang Mencari Pintu Taubat

Terdapat kisah menarik dari Abu Hurairah yang merupakan sahabat nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits.


Abu Hurairah dan Kisah Wanita yang Sedang Mencari Pintu Taubat
Sahabat Nabi (SINDONEWS)

AKURAT.CO  Mendengar nama Abu Hurairah RA tentu sudah tidak asing lagi di telinga umat Islam. Beliau merupakan sahabat nabi yang peling banyak meriwayatkan hadits, karena semasa hidupnya, beliau korbankan seluruh waktunya untuk bersama dengan Rasulullah SAW.

Menurut riwayat beliau, yaitu Abu Hurairah berkata: "Pada suatu malam setelah salat isya, saya keluar, tiba-tiba dihadapanku ada seseorang wanita bercadar yang sedang di tengah jalan, seraya berkata: "Wahai Abu Hurairah! Sesungguhnya aku telah melakukan perbuatan dosa besar. Apakah masih ada kesempatan untuk bertaubat bagiku?"

Kemudian saya bertanya wanita tersebut: "Dosa apa yang telah kau perbuat?" Dia menjawab: "Aku telah berzina dan membunuh anakku hasil dari zina tersebut,". 

Kukatakan padanya: "Kau telah binasakan dirimu dan telah binasakan orang lain. Demi Allah tidak ada ruang taubat bagimu,". Mendengar jawabanku, sontak wanita tersebut menjerit-jerit, menangis dah bahkan sampai jatuh pingsan.

Wanita tersebut kemudian siuman dan lantas diapun pergi. Aku berkata dalam hati: "Aku Berfatwa, padahal Rasulullah SAW ada ditengah-tengah kami?"

Keesokan harinya aku menemui Rasulullah SAW dan aku berkata: "Wahai Rasulullah SAW! Semalam ada seorang wanita meminta fatwa kepadaku terkait hal pintu taubat seorang yang melakukan dosa besar yaitu berzina dan membunuh anak dari hasil zina tersebut,".

Setelah mendengar hal itu, Baginda Rasulullah SAW bersabda: "Innalilahi Wa Inna Ilaihi Raji'un! Demi Allah celakalah engkau yang mencelakakan orang lain Tidakkah kau ingat ayat (QS al-Furqan [68] : 70),".

"Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), 69. (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, 70. kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang,".

Setelah itu, aku keluar dari sisi Rasulullah SAW dan kemudian berlari menyusuri jalan Madinah, sembari bertanya: "Siapakah yang mampu menunjukkan keberadaan seorang wanita yang meminta fatwa kepadaku tentang hal seperti di atas?". 

Singkat cerita, aku menemukan wanita tersebut hingga larut malam. Sehingga aku langsung memberitahunya seperti apa yang telah disabdakan Baginda Rasulullah SAW bahwa ia boleh bertaubat.

Mendengar hal itu, wanita tersebut langsung kegirangan dan bahagia seraya berkata: "Kebun yang kumiliki akan kusedekahkan kepada orang-orang miskin karena dosaku,".[]