News

ABK WNI Meninggal di Kapal China, Said Didu: di Indonesia Mereka Disiapkan Karpet Merah


ABK WNI Meninggal di Kapal China, Said Didu: di Indonesia Mereka Disiapkan Karpet Merah
Empat Tenaga Kerja Asing asal Cina diamankan Kesbangpol (AKURAT.CO/Hendrik Situmorang)

AKURAT.CO, Mantan Menteri Sekretariat BUMN, Said didu soroti Anak Buah Kapal Warga Negara Indonesia (ABK WNI) yang bekerja di kapal ikan berbendera China dilaporkan meninggal dunia.

Said Didu menilai perlakuan berbeda sangat terlihat ketika tenaga kerja di Indonesia di luar dijadikan budak sementara tenaga kerja asing justru diperlakukan sebaliknya di Indonesia.

Said Didu menuliskan hal tersebut di akun Twitternya @msaid_didu. Dalam tulisan itu ia memberikan sindiran pedas.

"Tenaga kerja Indonesia oleh mereka seakan dijadikan budak dan pejabat kita diam. Tenaga kerja mereka disiapkan karpet merah, dilindungi aparat, dan dibela oleh pejabat kita," tulisnya, Kamis (9/7/2020).

ABK tersebut bernama Yadi, asal Lampung yang bekerja di kapal China Lu Qian Yuan Yu 117 dan kemudian dipindahkan ke kapal Lu Qian Yuan Yu 118 bersamaan dengan proses transfer cumi hasil tangkapan. Fisher Centre SAFE Seas Bitung pada rabu (8/7/2020) telah menerima pengaduan atas kasus ini.

Menurut pengaduan yang disampaikan, korban meninggal akibat sakit karena selama di kapal sering mendapat perlakukan tidak manusiawi dari kapten kapal.

Pengelola Fisher Centre Bitung, dan juga manajer lapangan SAFE Seas DFW Indonesia, Laode Hardiani mengatakan bahwa selama bekerja di kapal Lu Qian Yuan Yu 118, ABK Indonesia mengalami kekerasan fisik, makanan tidak terjamin dan ABK yang sakit tetap dipaksa bekerja.

“Walaupun sudah banyak korban, perlakuan yang diterima oleh ABK Indonesia di kapal China tidak berubah” kata Laode Hardiani dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (8/7/2020).

Hardiani mengatakan bahwa Yadi meninggal akibat pemukulan dari kapten, tendangan yang mengenai dada korban.

“Setelah pemukulan itu Yadi langsung jatuh sakit, ironisnya lagi pada saat sakit yadi tidak diberi makan, ketika kondisi sudah kritis baru diberi roti dan susu” terang Hardiani.

Yadi meninggal pada saat kapal melakukan operasi penangkapan cumi di perairan Argentina sekitar 2 minggu lalu.[]

Super Admin

https://akurat.co

It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum
Follow Me:

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu