Ekonomi

Abdul Hakim Bafagih Dorong BUMN Perkuat Infrastruktur Demi Kebangkitan UMKM

Abdul Hakim Bafagih Dorong BUMN Perkuat Infrastruktur Demi Kebangkitan UMKM
Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih saat menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi dengan tema “Peran Kemitraan UMKM dan BUMN Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan di Arayanna Hotel and Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/1/2023). (Dok. Pribadi)

AKURAT.CO Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PAN, Abdul Hakim Bafagih, meminta Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memperkuat infrastruktur demi kamslahatan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). 

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam Sosialisasi dengan tema “Peran Kemitraan UMKM dan BUMN Untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” yang diselenggarakan di Arayanna Hotel and Resort, Trawas, Kabupaten Mojokerto, Rabu (25/1/2023).

Menurut Anggota Komisi BUMN ini, meski Adhi Karya dan Waskita bergerak dibidang infrastruktur, tetapi BUMN tersebut harus terus didorong bahwa infrastruktur yang dibangun adalah demi peningkatan ekonomi. 

baca juga:

"Kami mendorong agar BUMN-BUMN yang ada saat ini semakin baik dan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat. Semua BUMN harus mampu menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi nasional. Apalagi setelah terjadi wabah virus corona, banyak UMKM yang gulung tikar. Karena itu BUMN memiliki tanggung jawab juga dalam membangkitkan kembali BUMN,” jelas Abdul Hakim Bafagih, dikutip Kamis (27/1/2023).

Menurutnya, BUMN memiliki peran penting dalam kebangkitan ekonomi nasional. Sebagai sebuah perusahaan di bawah naungan negara, BUMN tidak saja berfokus pada sebuah usaha yang berorientasi pada profit, tetapi juga tanggung jawab sosial. Tidak terkecuali pada perusahaan BUMN yang bergerak pada bidang konstruksi Adhi Karya dan Waskita.

Hadir dalam Sosialisasi ini adalah pelaku-pelaku usaha di Kecamatan Trawas dan sekitarnya. Seperti pelaku usaha makanan dan minuman, catering, usaha tani hingga pengembangan usaha komunitas seperti Wehasta, Trawas Trashion Carnival dan pelaku usaha lain.

"Bagaimana produk dari komunitas kami bisa berkembang dan bergerak lebih cepat bila di hubungkan dengan BUMN?" tanya perwakilan dari Trawas Trashion Carnival (TTC), Tiwuk. 

Ini adalah komunitas yang memproduksi kostum festival dari bahan daur ulang sampah. Istilah Trashion gabungan dari "trash" dan "fashion".

"Dengan akses jalan yang baik itu memudahkan konsumen datang untuk melihat karya teman-teman TCC. Bicara produk juga bicara distribusi, artinya akses yang mudah itu penting agar produknya bisa dikirim ke mana-mana. Dengan akses yang mudah bisa mempermurah biaya produksi dan distribusi, itu bisa membuat laba sebuah usaha meningkat,” jawab Abdul Hakim Bafagih secara diplomatis. []