News

Abdillah Toha Singgung Mahfud MD Soal Pinangki Tak Kunjung Dijebloskan ke Lapas

Terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang tak kunjung dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan mendapat kecaman publik.


Abdillah Toha Singgung Mahfud MD Soal Pinangki Tak Kunjung Dijebloskan ke Lapas
Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha (Screencapture)

AKURAT.CO, Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha menyinggung Menko Polhukam Mahfud MD soal Pinangki Sirna Malasari yang belum dieksekusi Kejaksaan Agung (Kejagung) ke lembaga pemasyarakatan (lapas). Dia mengatakan hukum di Indonesia hanya menjadi permainan oknum yang mencari keuntungan.

"Pak @mohmahfudmd apa kabar? Ternyata hukum di negeri ini dibuat main-main terus," kata Abdillah Toha di laman Twitter-nya @AT_AbdillahToha, Minggu (1/8/2021).

Abdillah Toha bahkan memberikan sindiran bagaimana sistem hukum yang diberikan kepada para koruptor. "Jaksa Agung kan bawahan presiden ya? Apa akan dipertahankan dan dibiarkan terus? Apa kortingan hukuman Pinangki masih kurang? Apa kabar kasus terbakarnya gedung kejaksaan?" ujarnya.

Pun begitu Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) yang geram dengan sikap Jaksa Kejagung lantaran belum mengeksekusi Pinangki Sirna Malasari ke lapas usai divonis di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Koordinator MAKI Boyamin Saiman mengecam tindakan jaksa yang hingga saat ini tak kunjung melakukan eksekusi terhadap terdakwa penerima suap dari taipan Djoko Tjandra tersebut.

"Berdasarkan penulusuran MAKI, hingga saat ini Pinangki masih ditahan di Rutan Kejagung dan belum dilakukan eksekusi putusan empat tahun penjara dalam bentuk dipindah ke Lapas Wanita Pondok Bambu atau lapas wanita lainnya," kata Boyamin Saiman dalam keterangan tertulisnya lewat pesan Whatsapp, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Boyamin, hal itu jelas menunjukkan ketidakadilan dan diskriminasi atas narapidana-narapidana wanita lainnya. "Telah terjadi disparitas (perbedaan) dalam penegakan hukum," ucap Boyamin.

MAKI dengan tegas meminta Jaksa Penuntut Umum Pidsus Kejaksaan Agung segera melakukan eksekusi terhadap Pinangki. "Jika Minggu depan belum dieksekusi maka MAKI akan melapor ke Komjak dan Jamwas Kejagung RI serta Komisi III DPR," tegas Boyamin.[]