News

Abdillah Toha: Mengherankan, Penganiaya Anak Seperti Bahar Smith Masih Banyak Pendukungnya yang Membela


Abdillah Toha: Mengherankan, Penganiaya Anak Seperti Bahar Smith Masih Banyak Pendukungnya yang Membela
Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional Abdillah Toha (Screencapture)

AKURAT.CO, Salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha heran banyak masyarakat yang mendukung Habib Bahar bin Smith dan Habib Umar Assegaf asal Bangil, Jawa Timur. Padahal Habib Bahar terbukti bersalah menganiaya anak, sementara Habib Umar melanggar PSBB di Surabaya.

"Mengherankan, penganiaya anak seperti Bahar Smith atau penantang penegak hukum seperti Umar Assegaf masih banyak pendukungnya yang membela. Apa kira-kira penyebabnya? Bisa jadi kebencian yang dipupuk menjadi kekuatan mereka bersama. Padahal inti agama adalah kasih sayang dan akhlak," kicau Abdillah menggunakan akun @AT_AbdillahToha, Jumat (22/5/2020).

Kicauan Abdillah mendapat beragam komentar dari warganet. Salah satunya dari Habib Ali Alhinduan.

Habib Ali Alhinduan menjawab kemungkinan-kemungkinan yang membuat pendukung Habib Bahar dan Habib Umar Assegaf mendapat dukungan.

"Tahu kenapa? Karena kalian hanya melihat Bahar Smith menganiaya anak tsb, tapi tidak melihat apa yang sudah dilakukan anak itu.

Tahu kenapa? Karena kalian hanya melihat Habib Umar melanggar PSBB nya. Tapi tdk melihat beliau berusaha menjaga anak istrinya di mobil," kicau Habib Ali Alhinduan menggunakan akun @alialhinduan.

Diketahui, terpidana kasus penganiayaan remaja, Bahar Smith, dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Batu Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, pada Selasa (19/5) malam.

Pemindahan tersebut dilakukan setelah simpatisan pendukung Smith melakukan gangguan keamanan dan ketertiban saat menggeruduk Lapas Klas IIa Gunung Sindur Bogor.

"Merujuk pada kondisi tersebut, Kalapas Khusus Gunung Sindur telah berkoordinasi dengan Kakanwil Jawa Barat, yang selanjutnya disetujui oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, untuk Habib Bahar Bin Smith ditempatkan sementara waktu di Lapas Klas I Batu Nusakambangan," ujar Kepala Bagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti dalam keterangan di Jakarta, Rabu.[]