Rahmah

Abbas Bin Ubadah, Diplomat yang Berhasil Meyakinkan Suku Khazraj untuk Berjuang Bersama Rasulullah

Abbas Bin Ubadah merupakan sahabat yang menyertai Ba'iatul Aqabah yang kedua, sebagai tonggak awal pembentukan negeri muslim di Madinah. 


Abbas Bin Ubadah, Diplomat yang Berhasil Meyakinkan Suku Khazraj untuk Berjuang Bersama Rasulullah
Ilustrasi Sahabat Nabi (nalarpolitik)

AKURAT.CO  Salah seorang sahabat dari Bani Sulaim bin Auf, Suku Khazraj dan termasuk dari salah satu dari dua belas sahabat yang berbai'at kepada Rasulullah SAW di Aqabah pertama adalah Abbas bin Ubadah. Diketahui, ia juga menyertai Ba'iatul Aqabah yang kedua, sebagai tonggak awal pembentukan negeri muslim di Madinah. 

Ketika Ba’iatul Aqabah kedua, setelah Abul Haitsam berpidato kepada kaumnya, Suku Aus, untuk menerima dan membela Rasulullah SAW, Abbas bin Ubadah juga berpidato kepada kaumnya, Suku Khazraj dengan ajakan yang sama. Di antaranya ia berkata, "Jika kalian menyaksikan harta benda kalian musnah, dan orang-orang terhormat di antara kalian terbunuh, apakah kalian akan melemparkan beliau ke dalam kehancuran, dan tidak melindunginya dari musuh? Jika itu terjadi, maka Demi Allah, itu adalah kehinaan kalian di dunia dan di akhirat…. Bawalah beliau, korbankanlah harta kalian dan tidak mengapa orang-orang terhormat kalian terbunuh, karena demi Allah, itu akan menjadi kebaikan dunia dan akhirat."

Pada prosesi Ba'iatul Aqabah kedua itu terjadi pada sepertiga malam terakhir pada salah satu hari tasyriq. Yaitu dipilih karena waktunya yang sepi dan gelap untuk tidak diketahui oleh kaum kafir Quraisy. Namun setelah seluruh proses ba'iat itu selesai, ada seorang kafir yang memergoki perkumpulan tersebut. Orang tersebut lalu berteriak di tempat ketinggian, "Wahai orang-orang yang ada di dalam rumahnya, apakah kalian menghendaki Muhammad dan orang yang berkumpul bersamanya, yang telah keluar dari agama nenek moyangnya? Lihatlah, mereka berkumpul di tempat penggembalaan kalian…."

"Demi Allah, ini krisis Aqabah..." kata Rasulullah SAW.

Setelah mendengar ucapan Rasulullah SAW ini, Abbas bin Ubadah berkata, "Demi yang mengutus engkau dengan kebenaran, jika engkau berkenan, besok kami akan menghabisi penduduk Mina dengan pedang-pedang kami…."

Akan tetapi Rasulullah SAW bersabda, "Kami tidak diperintahkan untuk itu, kembalilah kalian ke tenda kalian…!!"

Kemudian mereka kembali ke tenda masing-masing dan tidur. Pada esok harinya, beberapa pembesar Quraisy datang ke perkemahan penduduk Yatsrib, dan menanyakan kebenaran peristiwa semalam. 

Abdullah bin Ubay bin Salul, yang merupakan pemimpin rombongan haji dari Yatsrib, dengan tegas berkata, "Itu bohong, kaumku tidak mungkin bertindak secara lancang melangkahiku. Apapun yang dilakukan penduduk Yatsrib, mereka selalu meminta pertimbangan dariku…!!"

Pada saat itu, tujuh puluh lebih orang yang telah memeluk Islam berbaur dengan yang lainnya, dan sama sekali tidak berkomentar apapun. Hal tersebut yang membuat Kaum Quraisy tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak ada bukti dan saksi yang menguatkan dugaannya tersebut.

Karena kejadian itu, yang kemudian titik tolak awal bangkitnya Islam. Dua suku terkuat di Madinah yang sebelumnya saling berperang bersedia berkorban untuk mendukung Rasulullah SAW. Kedua toko itu adalah Abbas bin Ubadah dari Khazraj dan Abul Haitsam at Tayyihan dari Aus, yang berhasil meyakinkan kaumnya untuk berdiri di belakang Rasulullah SAW demi menegakkan dan memenangkan agama Islam. Wallahu A'lam Bishawab. []